Pekerjakan Karyawan tanpa Gaji, Direktur SKM Dilaporkan ke Nakertrans

Karyawan PT.Sari Karya Mandiri, Daniel Jehezekial Kinbenu.

Gusty Amsikan

 

Daniel Jehezekial Kinbenu, (48), tenaga kerja pada PT Sari Karya Mandiri (SKM), mengadukan direktur perusahaan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT. Sebab, ia tidak pernah diupah atau digaji per bulan sesuai aturan UMP yang berlaku.

Dalam surat pengaduan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten TTU, tertanggal 16 Juni 2021 itu, Daniel Jehezekial Kinbenu menjelaskan, dirinya telah bekerja pada PT Sari Karya Mandiri selama 16 terhitung sejak tahun 2004 sampai akhir 2020. Selama bekerja, ia tidak pernah menerima upah atau gaji per bulan sesuai aturan UMP yang berlaku. Selama itu, ia hanya diberikan uang operasional kerja.

Selain itu, ia juga tidak pernah diikutkan dalam program jaminan sosial tenaga kerja. Berdasarkan akta notaris nomor 37, tanggal 31 Mei 2019, yang diterbitkan notaris Maria Deo Muga, ia kemudian diangkat menjadi direktur perusahaan. Sayangnya, ia kemudian diberhentikan secara sepihak tanpa memperoleh hak sebagai tenaga kerja.

“Dengan ini saya memohon kepada Bapak Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kiranya dapat memfasilitasi perselisihan tersebut,” tutur Daniel.

Terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kabupaten TTU, Simon Soge, ketika dikonfirmasi Jumat (18/6), membenarkan pihaknya menerima pengaduan dari salah satu karyawan PT. Sari Karya Mandiri, atas nama Daniel Jehezekial Kinbenu.

Dalam pengaduan itu, Daniel menyebut, telah mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK), oleh Direktur Sari Karya Mandiri, Hironimus Taolin. Proses PHK disebutnya dilakukan secara sepihak sejak Januari 2021, tanpa membayar hak-haknya. Padahal, karyawan tersebut telah bekerja selama 16 tahun.

Menurut Soge, saat ini pihaknya sedang mempelajari materi pengaduan tersebut. Ia memastikan pekan depan akan menjadwalkan pemanggilan terhadap masing-masing pihak untuk dilakukan klarifikasi.

“Benar kami sudah menerima pengaduan dari Daniel Jehezekial Kinbenu, karyawan PT.Sari Karya Mandiri. Dalam pengaduannya yang bersangkutan mengaku sudah bekerja selama 16 tahun sejak tahun 2014. Kemudian saat ini di PHK tanpa dibayar gajinya. Kami akan menangani kasus ini sesuai prosedur, dan memastikan apa yang menjadi hak karyawan wajib dipenuhi. Tetapi kami juga perlu mendengar klarifikasi, dari pihak perusahaan untuk mengetahui apa alasan dilakukan, PHK,” tandas Soge.

Sementara, Direktur PT. SKM, belum berhasil dikonfirmasi media ini hingga berita ini diturunkan. (Yan/ol)

Leave a Comment