Pelaku Bom Ikan Asal NTB Ditangkap di Kawasan TNK

Tim penyidik Dirpolairud Polda NTT saat memberikan keterangan pers.

Gerasimos Satria

 

Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap 11 pelaku pengebom ikan asal Kabupaten Bima,Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di perairan Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) pada Kamis,(23/9) lalu.

Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol. Nyoman Budiarja melalui Panit Sidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda NTT,
IPDA Suherman kepada wartawan di Labuan Bajo,Sabtu (25/9) mengatakan, pihaknya melakukan penangkapan 11 nelayan asal Kabupaten Bima, NTB di bagian Selatan Pulau Komodo,TNK sekira Pukul 09.30 Wita.

Dari hasil penangkapan, tim mengamankan barang bukti pembuat bahan peledak di atas kapal milik para pelaku.

“Barang bukti yang diamankan 1 buah Kapal Nirma Sayang,Dua buah jerigen yang merupakan tempat penyimpan bahan baku peledak,1 rol kapel berwarna pink untuk merakit bahan peledak,2 unit kompressor,1 kantong plastik berisi kampas dan 7 buah regulator,”ujar Suherman.

Dia merincikan, ke 11 nelayan asal Kabupaten Bima,Provinsi NTB itu melakukan aksi pengeboman ikan dengan menggunakan kapal bernama “Nirma Sayang” ukurun 13 GT. Para pelaku berangkat dari Desa Bajo Pulo,Kecamatan Sape,Kabupaten Bima,NTB dengan tujuan perairan NTT.

Dari hasil penyelidikan, pihaknya menetapkan HJ (43) selaku Nahkoda Kapal sebagai tersangka. Pelaku, HJ diduga melanggar pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak dengan ancaman 14 tahun kurungan penjara.

“Untuk sementara, terhadap tersangka patut diduga melakukan tindak pidana membawa dan mempergunakan bahan peledak dengan jenis bom ikan tanpa hak atau tanpa ijin sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat 1 dan 2 UU Darurat No 12 tahun 1951,” ujar Suherman.

10 Anak Buah Kapal (ABK) yang ikut bersama tersangka untuk sementara diperiksa secara intens oleh penyidik.Tersangka HJ untuk sementara diamankan di Rutan Polres Manggarai Barat.

“Tersangka membeli sendiri seluruh bahan baku peledak.Kemudian mengelolah sendiri bahan baku peledak itu.Serta merakit sendiri bahan peledak. Hasil penyelidikan kita,pelaku mengaku telah melakukan aksi pengeboman ikan di perairan NTT selama 10 tahun,”Kata Suherman. (Yan/ol)

Leave a Comment