Pelaku Perjalanan Yang Masuk Ke NTT Cukup Tes Cepat Antigen

Sinta Tapobali

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mempermudah syarat bagi pelaku perjalanan transportasi udara dari dan menuju provinsi NTT selama masa perpanjangan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka kepada VN online, Kamis (21/10) siang mengatakan pelaku perjalanan udara  dari luar NTT saat ini hanya wajib menunjukkan minimal surat vaksin pertama dan keterangan negatif hasil tes rapid antigen saja tidak lagi hasil tes PCR seperti sebelumnya.

Sementara pelaku perjalanan yang keluar NTT selama massa perpanjangan PPKM, tetap mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku di daerah tujuan.

“Pelaku perjalanan intra NTT cukup rapid antigen saja. Keluar NTT mematuhi peraturan yang berlaku di daerah tujuan. Dari luar NTT masuk ke NTT cukup rapid antigen saja,” jelasnya.

Salah satu penumpang yang melakukan perjalanan dari dan ke Maumere, Boby Boimau mengatakan hari Senin 19 Oktober kemarin, saat ia melakukan perjalanan udara dengan pesawat Wings Air menuju Maumere, ia hanya menyertakan surat keterangan negatif hasil rapid antigen saja.

“Tidak PCR hanya rapid dan surat vaksin saja. Saat di Bandara mereka cek di aplikasi Peduli Lindungi, di sana kan sudah terkoneksi internet, otomatis hasil pemeriksaan rapid antigen dan sudah ada juga keterangan sudah vaksin atau belum. Jadi saya dan teman hanya rapid saja tidak PCR, ujarnya ketika di temui VN dandara El Tari Kupang saat tiba dari Maumere pukul 13.45 Wita.

Sedangkan Gusti Randa salah satu calon penumpang tujuan Jakarta mengaku baru selesai melakukan pemeriksaan PCR di Klinik ASA yang berlokasi di dalam area bandara.

Menurutnya, hasil tes PCR akan digunakan untuk persyaratan penerbangan menuju Jakarta. “Kalau Jakarta saya tahunya masih wajib PCR, makanya saya baru saja selesai PCR karena mau berangkat besok,” ungkapnya singkat.

Humas Angkasa Pura I, Bandara El Tari Kupang Rahmat Sugeng menjelaskan mengutarakan syarat penerbangan udara saat ini masih menggunakan syarat maupun ketentuan yang lama.

Syarat tersebut seperti menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

“Sementara masih menggunakan aturan lama. Belum ada aturan Permenhub,” ujar Rahmat.

Bagi pelaku perjalanan yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua juga bisa melakukan perjalanan dengan hanya menyertakan kartu vaksin dan hasil rapid antigen negatif.

“Untuk yang sudah dosis kedua bisa antigen saja,” tambahnya.

Pelaku perjalanan juga wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat perjalanan untuk pemeriksaan hasil test RT-PCR atau rapid test antigen yang hasilnya menunjukkan negatif dan sudah melakukan vaksinasi dosis pertama atau dosis lengkap. (bev/ol)

Leave a Comment