Pembangunan Rumah bagi Korban Seroja telah Dimulai

Suasana peletakan batu pertama pembangunan rumah bagi korban badai Seroja di Kota Kupang. Peletakan batu pertama dilaksanakan, Senin (5/7).

Putra Bali Mula

 

Pembangunan rumah relokasi bagi korban Badai Seroja resmi dilakukan. Pembangunan kawasan rumah relokasi akan berlangsung hingga lima bulan di Naituta, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore meletakkan batu pertama pembangunan hunian tetap (Huntap) di lokasi tersebut pada Senin (5/7). Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (Balai PPW) Provinsi NTT, Herman Tobo, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II, Yublina D. Bunga, juga hadir saat itu.

172 unit rumah akan dibangun sesuai lahan yang tersedia dan disiapkan oleh Pemerintah Kota Kupang. Relokasi permukiman ini merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Wali Kota Kupang sebelumnya telah menyurati Kementerian yang direspons dengan merealisasi pembangunan Huntap. 172 unit rumah ini yang disetujui.

“Pembangunan rumah layak huni kali ini akan diberikan kepada 172 penerima dengan estimasi pembangunan selama 5 bulan, untuk itu saya berharap bagi penerima untuk bersabar dan marilah kita doakan agar pembangunan berjalan lancar serta dapat rampung sesuai jadwal,” ungkap Jefri Riwu Kore.

Kepala Balai PPW NTT, Herman Tobo dalam sambutannya mengatakan, rumah yang dibangun dengan tipe 36 dengan luas tanah 108m² (9×12) dan dilengkapi prasarana dasar permukiman antara lain jaringan air bersih, jalan lingkungan dan fasilitas umum lainnya.

“Dan diharapkan pembangunan rumah dan prasarana pendukungnya ini dapat diselesaikan dalam 5 bulan ke depan,” ujarnya.

pembangunan ini dikerjakan dengan prinsip Build Back Better menggunakan teknologi RISHA (Rumah Instan Sehat Sederhana) yang memiliki keunggulan tahan gempa, dibangun lebih cepat dan bisa dikembangkan.

Untuk diketahui Badai Seroja terjadi di Kota Kupang 4 April 2021. Korban terdampak sebanyak 314 kepala keluarga di sembilan kelurahan yaitu Kelurahan Bakunase 2, Kolhua, Bello, Merdeka, Oebufu, Maulafa, Fatubesi dan Liliba yang kehilangan tempat tinggal akibat terjangan banjir dan longsor saat badai seroja.

Pemerintah Kota Kupang pada akhir April lalu juga telah mendistribusikan Dana Tunggu Hunian untuk para korban sembari menunggu proses relokasi dari pemerintah. (Yan/ol)

Leave a Comment