Pemda Latah Digitalisasi, Mental Pelayanan Lemah

Putra Bali Mula

Pelayanan publik digital telah banyak diterapkan pemerintah daerah namun masih banyak ketimpangan soal pelayanan.

Mental ASN (Aparatur Sipil Negara) sebagai pelayan publik masih perlu dibenahi untuk efektivitas pelayanan.

Robert Endi Jaweng anggota Ombudsman RI menyampaikan ini dalam Lunch Talk Berita Satu, Kamis (17/6). Robert menyebut letak masalah ada pada sisi penyelenggara pelayanan dan sisi perilaku masyarakat dalam pelayanan ini serta faktor yang mempengaruhi masyarakat.

Digitalisasi pelayanan adalah hilir dari deregulasi dan debirokrasi pelayanan yang proporsional sehingga dapat mendorong jumlah, jenis-jenis izin, waktu proses yang efisien. Misalnya, Surabaya dan Bandung sekalipun transparan tetapi proses pelayanan masih lama.

“Pemda saat ini hanya latah supaya kelihatan modern padahal pelayanan belum ditata, masih lama prosesnya, dan masih ada celah pungli,” kata dia.

Pelayanan publik adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk memberikan pelayanan sehingga budaya kerja dan mental harus diubah sebelum bicara soal sistem.

“Pada bagian ini pun Ombudsman dan KPK harus bekerja dalam pengawasan proses kerja pelayan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan terkait pelayanan publik di seluruh provinsi, Ombudsman juga sedang memantau standar pelayanan. Di bulan September, survei kepatuhan akan dikeluarkan Ombudsman.

“Pelayanan publik tanda hadirnya negara dan inti adanya negara untuk memenuhi hak maupun saat hak masyarakat tidak terpenuhi,” kata dia.

Sementara Ipi Maryati, Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan menilai dalam persepsi dan pengalaman publik terkait pelayanan menyebutkan masyarakat sebenarnya paham akan praktek korupsi. Sayangnya, perilaku masyarakat yang ingin proses pelayanan dipercepat malah membuat suap kepada pelayan publik terjadi.

“Masih ada masyarakat dan pelaku usaha yang memberikan suap kepada pelayanan publik. Praktik ini masih terjadi,” kata Ipi.

Untuk menghindari celah korupsi maka yang dapat dilakukan adalah peningkatan kualitas dan profesionalisme dari pelayan publik. (bev/ol)

Leave a Comment