Pemilik PUB Dijerat UU Perlindungan Anak, Ancaman 10 Tahun Penjara

Kepala Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Kasubdit Renakta) Dit Reskrimun Polda NTT, Kompol Moh Mukhson, saat memberikan keterangan kepada VN Minggu (4/7), di Shelter Truk-F.

Yunus Atabara

Setelah Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, gagal membawa 17 anak korban dugaan eksploitasi ke Kupang guna rehabilitasi, polisi langsung melakukan penyidikan.

Kepala Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Kasubdit Renakta) Dit Reskrimun Polda NTT, Kompol Moh. Mukhson kepada VN, Minggu (4/7) di Shelter Truk-F mengatakan, pengelola atau pemilik 4 Pub yang mempekerjakan anak di bawah umur dijerat dengan UU Perlindungan Anak.

Dijerat dengan pasal 88, yang berbunyi setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76.I, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

“Kemaren sampai dengan pukul 24.00 wita, kita secara maraton memeriksa 12 orang saksi dan pemilik atau pengelola Pub yang memperkerjakan anak di bawah umur. Kita kenakan pasal 88 dan 76.I dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda dua ratus juta rupiah,” kata Kasubdit Renakta Dit Reskrimun Polda NTT.

Penyidik Polda NTT secara maraton Sabtu (3/7) melakukan pengambilan keterangan terhadap korban eksploitasi anak di bawah umur. Selain itu 12 keterangan saksi termasuk pemilik atau pengelola ke-4 Pub, tempat 17 korban diamankan.

“Materi penyidikan belum bisa disampaikan ke publik oleh karena penyidikan sementara berlangsung, ini hanya sifatnya memberikan informasi publik,” ujarnya.

Kompol Moh. Mukshon mengajak agar semua pihak bersama-sama mendukung proses hukum yang sedang berjalan agar cepat selesai. Sehingga korban mendapatkan hak-haknya.

Semua berperan dalam kasus ini, seperti Polda NTT selaku penyidik, Kementerian Sosial, Kementerian Perempuan dan Anak, Truk-F, Pemerintah Daerah termasuk Pers yang sangat membantu percepatan proses hukum.

“Saya berterimakasih kepada Truk-F yang sudah membantu kami, berupa dukungan moril yang memudahkan polisi dalam melakukan penyidikan,” kata Mukshon.(Yan/ol)

 

 

Leave a Comment