Pemkab Belu Canangkan Akses Kesehatan Gratis Pakai e- KTP dan NIK

Stef Kosat

Dalam waktu 90 hari usai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr Agus Taolin dan Aloysius Haleserens resmi mencanangkan pengobatan gratis menggunakan e KTP bagi 98 persen masyarakat Belu.

Pencanangan dilakukan di Puskesmas Haliwen, Desa Kabuna, Kecamatan Kakulukmesak pada Senin, (26/7).

Bupati Belu dr. Agus Taolin mengatakan pelayanan kesehatan gratis tersebut akan berlaku mulai 1 Agustus 2021 di seluruh rumah sakit baik milik pemerintah, swasta, TNI dan 17 Puskesmas yang ada di Kabupaten Belu.

Ia mengatakan program ini semata untuk mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter, dan kompetitif.

“Ini sudah sesuai visi-misi maupun program unggulan kami supaya masyarakat Belu bisa mengakses kesehatan gratis hanya menggunakan e- KTP atau NIK bagi anak yang belum memiliki e- KTP,” jelas ahli penyakit dalam ini.

Selain itu, situasi pandemi Covid-19 saat ini, kata Taolin, mengakibatkan masyarakat Belu pada umumnya mengalami kesulitan secara ekonomi untuk mengakses layanan kesehatan. Sehingga Pemkab Belu memberi solusi dengan cara membebaskan masyarakat dari seluruh biaya kesehatan jika ada yang sakit dan berobat di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Belu.

“Sebab kesehatan bagi masyarakat Belu, itu merupakan urusan wajib bagi pemerintah, sebagaimana diamanatkan dalam UU nomor 23 tahun 2014 pasal 12. Apalagi saat ini, banyak sekali masyarakat yang terdampak akibat covid-19. Otomatis masyarakat tidak mampu membeli obat untuk mengatasi berbagai penyakit yang diderita,” jelasnya.

Ia mengatakan data Pemkab  Belu, 36.000 masyarakat Belu tidak memiliki BPJS. Sedangkan, 17.973 masyarakat Belu yang memiliki BPJS tidak sanggup membayar tunggakan iuran. Total ada 54.973 masyarakat yang tidak bisa mengakses kesehatan di semua tingkatan apabila mereka sakit.

“Bahkan sebagian masyarakat meregang nyawa di atas tempat tidur. Maka pemerintah perlu hadir untuk mengatasi ketimpangan itu. Jadi, tidak perlu lagi masyarakat Belu membeli obat ratusan ribu hingga jutaan rupiah per 1 Agustus nanti. Sebab selama ini hal ini terjadi dan menjadi tamparan bagi Bupati, Wakil, pimpinan DPRD Belu maupun tokoh agama dan tokoh masyarakat,” tegasnya

Ia mengaku kebijakan ini merupakan keberpihakan kepada rakyat, jauh sebelum pihaknya maju sebagai calon kepala daerah di Belu karena sudah melakukan kajian dari tingkat pusat hingga daerah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala BPJS Belu dan tim, Kadis Kesehatan Belu bersama tim, dan berbagai pihak yang telah ikut dalam sharing pendapat.

Sementara Kepala BPJS Belu Munaqib mengapresiasi kebijakan Pemkab Belu.

Menurutnya, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan pertama atau primer maupun tingkat layanan rujukan. Bahkan nanti masyarakat Belu bisa berobat ke seluruh Indonesia sesuai kebutuhan medis yang dialami pasien.

“Karena antara BPJS dan Pemkab Belu sudah ada MoU sehingga masyarakat bisa berobat ke mana saja asalkan ada e- KTP atau NIK bagi yang belum memiliki e- KTP. Jadi kalau persoalan medis yang dihadapi masyarakat tidak bisa diselesaikan di Belu, maka bisa rujuk ke Kupang, kalaupun tidak bisa di Kupang pasien bisa lanjut ke Bali, kalaupun tidak bisa diatasi penyakitnya maka lanjut ke Surabaya maupun Jakarta. Sehingga per 1 Agustus 2021 seluruh masyarakat Belu bisa berobat di seluruh Indonesia,” jelasnya disambut tepuk tangan meriah masyarakat maupun ASN yang hadir.

Munaqib menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Belu, Dinkes Belu yang telah berani menjamin kesehatan semua masyarakat

Ia menegaskan atas kebijakan ini, Kabupaten Belu menjadi kabupaten pertama dan satu-satunya di daratan Timor yang telah berhasil mencapai universal health coverage.

“Jadi selamat buat Bupati-Wakil Bupati, pimpinan DPRD dan stakeholder lainnya atas pencapaian ini. Jaminan kesehatan ini persis seperti Kota Surabaya,” jelas Munaqib.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan RPJMM Pemerintah pusat, dimana seluruh penduduk sudah dijaminkan kesehatannya. Masyarakat Belu patut bersyukur karena akan merasakan manfaat ini langsung. Apalagi dunia sedang dilanda pandemi, tetapi masyarakat Belu tidak perlu merasa khawatir karena sudah ada jaminan kesehatan gratis dari Pemkab.

Sebagai pengelola BPJS menyadari, bahwa Pemkab Belu sudah menggelontorkan Rp 12 miliar untuk kesehatan gratis bagi masyarakat Belu. Tetapi pengelolaan akan kami lakukan secara profesional, akuntabel dan sesuai regulasi. Dana yang menggelontorkan Pemkab Belu ke BPJS akan masuk kembali dalam bentuk PAD dana kapitasi dan non kapitasi ke tiap puskesmas serta biaya kesehatan yang akan dibayarkan ke rumah sakit. (bev/ol)

Leave a Comment