Pemkot Bayar Honor Pengusung Jenazah Covid-19

Sejumlah tenaga pengusung siap menguburkan salah satu jenazah covid-19 di TPU Damai Fatukoa, Kota Kupang. Foto: Yapi Manuleus/VN
Sejumlah tenaga pengusung siap menguburkan salah satu jenazah covid-19 di TPU Damai Fatukoa, Kota Kupang. Foto: Yapi Manuleus/VN

Rafael Pura

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akhirnya membayar honor belasan tenaga pengusung jenazah covid-19 menggunakan anggaran refocusing penanganan Covid-19 yang diusulkan dalam rencana kerja bersama (RKB). Keterlambatan pembayaran selama ini hanya masalah administrasi semata.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati pada selasa (15/6) mengatakan, besaran honor yang diterima para pengusung jenasah berdasarkan akumulasi jumlah jenazah covid-19, satu jenazah dibayar sebesar Rp525 ribu.

“Sudah dibayarkan semua. Honor itu memang tetap dibayar karena telah diusulkan dalam RKB dana refocusing kemarin, sehingga tetap dibayarkan, selama ini belum, karena memang tidak ada kesabaran saja,” katanya.

Ia mengatakan, meski telah diusulkan dalam RKB, realisasi pembayaran tenaga pengusung jenazah itu sepenuhnya berproses di badan keuangan. Tentu ada tahapan mekanismenya. Dinas Kesehatan tidak bisa mengintervensinya.

Pemerintah Kota, kata dia, tidak ada niat sedikitpun memperlambat pembayaran honor, sepenuhnya adalah hak mereka yang wajib ditunaikan Pemkot.

Ia mengatakan, pengusung jenazah akan dikurangi karena penggalian sudah dilakukan dengan eksavator dan mempertimbangkan kemampuan kas daerah.

Terkait kerentanan mereka terserang Covid-19, sebagaimana yang selama ini dikeluhkan, kata Retnowati, Dinas Kesehatan sudah memberikan perlindungan maksimal, dengan dilengkapi alat pelindung diri (ADP) saat menjalankan tugas.

Tenaga pengusung jenazah itu, dikategorikan tenaga relawan yang direkrut berdasarkan kebutuhan penanganan penguburan jenazah Covid-19 di Kota Kupang. Anggaran ini diusulkan dalam RKB dan diakomodir dalam refocusing penanganan Covid-19.

Sebelumnya, Retnowati menjelaskan biaya pengusung jenazah akan dibayarkan ketika proses refocusing selesai. Pembayaran biaya pengusung jenazah Covid-19 ini akan dibayarkan menggunakan Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Keterlambatan pembayaran itu, sebut dia, karena terdapat beberapa kendala saat pembahasan APBD murni tahun 2021 kemarin, dimana Dinas Kesehatan tidak menganggarkan untuk biaya pengurusan jenazah, karena keterbatasan anggaran dan ada beberapa nomenklatur yang perlu diselesaikan.

Sementara Ketua Fraksi Gerindra, Thobia Pandie mengatakan, keterlambatan pembayaran itu, hendaknya menjadi bahan evaluasi ke depan. Proses yang cepat, transparan dan akuntabel hendaknya menjadi semangat utama Pemkot.
Pandie meminta semua pihak menaruh kepercayaan kepada pemerintah. Semua pengelolaan keuangan pun tanggung jawab itu, pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan dan diaudit.(mg-03/ari)

Leave a Comment