Pemkot Tegaskan Percepat Vaksinasi

 

Putra Bali Mula

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, menegaskan percepatan vaksinasi di Kota Kupang harus segera dilakukan.

Hal tersebut disampaikan keduanaya dalam rapat penanganan Covid-19, Senin (5/7) di Ruang Rapat Garuda Kantor Walikota Kupang.

Jefri mengaku butuh penanganan secara cepat salah satunya dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Kota Kupang. Ia menegaskan agar para lurah turut melibatkan seluruh aparat LPM. Dan RT/ RW mengajak warga yang belum divaksin untuk ambil bagian.

Jefri bahkan menyebut pengurusan maupun ijin di kantor kelurahan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang maupun dinas lainnya wajib menunjukkan sertifikat vaksin.

Wali Kota dalam kesempatan itu memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk segera menyiapkan dosis vaksin Covid-19 dalam jumlah yang banyak dan pembagian obat-obatan bagi para pasien terkontaminasi Covid-19 yang sedang isolasi mandiri di rumah.

Untuk Dinas Sosial Kupang ia menginstruksikan agar menyiapkan bantuan sembako bagi warga kurang mampu yang terpapar Covid-19 dan harus karantina mandiri di rumah.

Untuk pelayanan rapid test antigen atau tes Covid-19 lainnya akan dipusatkan di beberapa tempat yang profesional dan terpercaya agar tidak ada kecurangan maupun penipuan seperti yang sudah pernah terjadi.

Pemerintah juga akan menyiapkan sanksi bagi yang kedapatan melanggar ketentuan protokol kesehatan khususnya di ruang-ruang publik.

Herman Man sendiri menjelaskan penambahan di bulan Juni atau minggu ke-20 dalam tahun ini dikarenakan masyarakat menganggap vaksinasi sebagai obat Covid-19, kendornya protokol kesehatan dalam beraktivitas dan dibukanya pintu-pintu transportasi luar negeri sehingga varian terbaru delta berpeluang masuk wilayah Kota Kupang.

Penambahan dalam satu hari sebanyak 121 orang dan yang dirawat sebanyak 119 orang. Kasus kematian dari 133 orang dan dalam tempo waktu 2 minggu naik menjadi 148 orang atau 13 orang dalam 2 minggu.

Berdasarkan data Bed Occupancy Rate (BOR) atau Keterisian Tempat Tidur di RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, RSUD S. K. Lerik, dan RS Bhayangkara Tk. III Kupang, yang masih tersedia tempat tidur bagi pasien covid-19 hanya RSUD S. K. Lerik sedangkan 2 rumah sakit lainnya sudah hampir penuh atau BOR tinggi.

Ia juga menginstruksikan kepada para kepala puskesmas agar mengusahakan 50-100 orang divaksin per hari dan jika memungkinkan setiap kelurahan tersedia tempat untuk vaksin.

Ia berharap pada Juli ini persentase vaksinasi sudah naik mencapai angka 60 persen -70 persen sehingga bulan Agustus hingga September tersisa 30 persen.

“Saya berbicara dengan Kapolres Kupang Kota dan beliau sampaikan kalau bisa ada posko kamling di setiap RT/RW dan perannya untuk mengawasi kasus positif covid-19 yang sedang isolasi mandiri di rumah,” kata dia.

Rapat ini diikuti langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Agus Ririmasse, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, Pimpinan OPD terkait dan Camat Se-Kota Kupang serta secara virtual diikuti oleh Lurah Se-Kota Kupang. (Yan/ol)

Leave a Comment