Pemkot Usul PDAM jadi Perumda dengan Penyertaan Modal Rp 37 Miliar

Putra Bali Mula

Pemerintah Kota Kupang mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ke DPRD Kota Kupang tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Ranperda lainnya yang masih terkait dengan itu adalah penyertaan modal untuk PDAM sebesar Rp37 Miliar.

Direktur PDAM Kota Kupang, Jhoni Ottemusu pada Selasa (12/10) mengatakan untuk penyertaan modal tersebut diusulkan sebesar Rp 37 miliar untuk peningkatan pelayanan air minum bagi masyarakat dengan target 12.000 sambungan rumah. Ia menyebut waktu pelaksanaan selama 5 tahun dimulai tahun 2022 nanti.

“Jadi Rp 37 miliar itu dikerjakan selama 5 tahun ke depan, untuk 12.000 sambungan rumah beserta dengan jaringannya,” tukas dia saat ditemui di gedung DPRD Kota Kupang.

Menurut dia, usulan PDAM menjadi Perumda, merupakan perintah undang-undang, jika PDAM tidak diubah menjadi Perumda maka tahun 2022 nanti PDAM Kota Kupang tidak memiliki legal standing.

Selain itu, jika PDAM diubah menjadi Perumda, maka Perumda air minum bisa memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau tetap PDAM saja, tidak bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah karena keuntungan atau laba digunakan untuk perluasan jaringan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensi Foenay, dalam tanggapan Pemerintah Kota Kupang terhadap pemandangan fraksi menyampaikan dasar Ranperda ini. Sekda menjelaskan dengan adanya perubahan PDAM menjadi Perumda Air Minum, sesuai peraturan pemerintah nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah merupakan syarat utama untuk mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah daerah.

Saat ini cakupan pelayanan PDAM Kota Kupang baru mencapai 17 persen dengan kapasitas debit terproduksi sebesar 137 liter per detik.

Oleh karena itu, PDAM terus berupaya meningkatkan debit produksi baik melalui kerjasama dengan masyarakat dan lembaga secara optimal serta mengeksploitasi sumber air yang ada di Kota Kupang antara lain Kali Dendeng dan Mata Air Oesapa (Air Hitam). Di samping itu, dalam rangka peningkatan cakupan layanan akan dilakukan penambahan jaringan transmisi dan distribusi.

Sementara mengenai Ranperda Tentang Penyertaan Modal Daerah Pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bening Lontar, menurut Sekda kondisi terkini yang menjadi kendala adalah belum adanya jaminan pemerataan aksesibilitas air bersih bagi masyarakat dan belum mendukung rencana strategis PDAM Tirta Bening Lontar dalam memperluas cakupan pelayanan air bersih. Dengan adanya penyertaan modal pemerintah kepada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bening Lontar akan meningkatkan cakupan pelayanan sebanyak 12 ribu sambungan rumah dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2025. (Yan/ol)

Leave a Comment