Pemprov NTT Cabut Syarat Sertifikasi Vaksin untuk Pelaku Perjalanan Dalam Provinsi

Sejumlah penumpang berangkat dari Bandara El Tari Kupang, belum lama ini. Foto: Maykal/VN
Sejumlah penumpang berangkat dari Bandara El Tari Kupang, belum lama ini. Foto: Maykal/VN

Kekson Salukh

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT membuat kebijakan khusus bagi masyarakat untuk bepergian dalam wilayah Provinsi NTT. Tak terkecuali bepergian ke tiga daerah yang sedang memberlakukan PPKM Level IV; yaitu Kota Kupang, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Sumba Timur.

Syarat wajib sertifikat vaksin Covid-19 dosis pertama bagi pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara, laut, dan darat dalam wilayah NTT, mulai 29 Juli hingga 8 Agustus 2021 dicabut.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTT Isyak Nuka tertanggal 29 Juli 2021 kepada pihak-pihak terkait di Jakarta, Kepala PT Angkasa Pura I, Kepala Cabang Pelindo di sejumlah kabupaten di NTT, serta Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kamis (29/7) pagi.

Menurut Dishub NTT, di satu pihak pemerintah ingin menghambat penyebaran virus Covid-19 varian Delta di wilayah NTT. Namun, di lain pihak adanya fakta bahwa pemerintah di seluruh NTT sedang dihadapkan pada keterbatasan ketersediaan vaksin Covid-19. Sehingga, khusus untuk pelaku perjalanan dalam wilayah NTT hanya diberlakukan aturan menunjukan hasil negative rapid test antigen yang berlaku 1 x 24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi kartu e-HAC Indonesia di bandara atau pelabuhan.

Sedangkan, untuk penerbangan dari pelayaran dari luar NTT ke dalam wilayah NTT, tetap mengikuti standar nasional dan ketentuan di daerah tujuan. Yaitu menunjukan Sertifkat Vaksin Dosis pertama, Surat hasil negatif rapid Test Antigen yang berlaku 1×24 jam sebelum keberangkatan, serta mengisi kartu e-HAC Indonesia.

Untuk diketahui, PT. Angkasa Pura I menambah satu syarat wajib bagi calon penumpang yang hendak terbang dari Bandara El Tari Kupang ke luar NTT yaitu menunjukkan hasil negatif Test PCR sebelum berangkat.

 

Sambut Gembira
General Manager Wings Air Kupang Rinus T Zebua menyambut gembira Kebijakan Pemprov NTT itu. “Kami apresiasi Pemprov NTT yang cepat tanggap dalam hal memutuskan kebijakan transportasi di area NTT,” ujar Rinus kepada wartawan, Kamis (29/7) siang.

Menurut Rinus, kebijakan terbang tanpa Kartu Vaksin sangat tepat karena tidak saja memberi ruang bagi operator penerbangan untuk lebih profesional dan maksimal melayani pelaku perjalanan, namun juga
warga yang belum vaksin bisa bepergian ke kota-kota di NTT.

“Syarat Kartu Vaksin membuat kita kewalahan. Selama ini load factor (keterisian kursi) berkisar hanya 30 -7-%. Kondisi ini memang berdampak pada kualitas pelayanan yang maksimal bagi pelanggan setia kita meski standar prokes covid-19 kita patuhi,” ujarnya.

Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT dan Kepala Dishub NTT yang peka terhadap kondisi tersebut dengan mengeluarkan kebijakan tersebut. “Surat Edaran itu menjawab aspirasi masyarakat yang tengah kesulitan melakukan berbagai aktivitas,” ujar Darius. (mg-10/paa/ari)

Leave a Comment