Pendampingan Orang Tua Penting Bagi Anak di Masa Pandemi

Seorang guru mendampingi beberapa siswa di salah satu titik kumpul di Kabupaten Sumba Timur. Peran orangtua sangat penting saat siswa belajar dari rumah karena guru tidak bisa berinteraksi lagi secara intens seperti sebelum pandemi. Foto: Jumal/VN
Seorang guru mendampingi beberapa siswa di salah satu titik kumpul di Kabupaten Sumba Timur. Peran orangtua sangat penting saat siswa belajar dari rumah karena guru tidak bisa berinteraksi lagi secara intens seperti sebelum pandemi. Foto: Jumal/VN

Jumal Hauteas

Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap perkembangan pendidikan anak karena masih harus belajar dari rumah sampai saat ini.

Selain guru, pendampingan orang tua dalam proses belajar anak di rumah menjadi sangat penting demi meminimalisasi kehilangan pembelajaran bagi anak-anak peserta didik, terutama anak-anak di sekolah dasar.

Kepala Biro dan Koordinator Kelompok Kerja di Lingkungan Biro Perencanaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Fahturahman menyampaikan hal ini saat tampil sebagai pembicara dalam kegiatan Lokakarya I penyusunan Renstra Pendidikan Kabupaten Sumba Timur 2021-2026 yang diselenggarakan melalui zoom meeting dan didukung INOVASI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (14/7). Lokakarya ini sendiri akan berlangsung hingga Jumat (16/7) mendatang.

Ia menegaskan pandemi Covid-19, proses belajar dari rumah membuat anak-anak tidak lagi bisa mendapatkan bimbingan belajar langsung dari guru dan harus belajar mandiri di rumah dengan bantuan bimbingan orang tua. Karena itu, orang tua harus bisa mengambil bagian untuk mendampingi anak-anak dalam setiap proses pembelajaran yang ada agar anak-anak tetap dapat menyelesaikan tahapan pembelajaran yang diperoleh dari guru secara daring maupun secara luring (luar jaringan).

“Ini memang butuh proses, namun kita belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir, sehingga orang tua harus bisa mendampingi anak-anak dalam belajar, agar bisa minimalisir kehilangan pembelajaran,” ungkapnya.

Menurutnya, pendampingan orang tua terhadap anak-anak dalam proses pembelajaran sesuai dengan hasil penelitian Kemendikbudristek beberapa waktu lalu di bukit Tinggi dan Jogjakarta cukup berhasil menekan ketertinggalan pembelajaran anak-anak. Karena itu daerah lain termasuk Sumba Timur bisa mencontohi ini dengan mendorong para orang tua anak didik kelas rendah di tingkat SD untuk mendampingi anak-anak dalam belajar.
“Bukit Tinggi dan Jogjakarta bukan baru saat ada Pandemi pendampingan orang tua ini dilakukan, namun sudah dilakukan jauh sebelum datangnya Pandemi Covid-19. Tetapi bukan berarti daerah lain tidak bisa mencontohi nya,” ungkapnya.

Hal lain yang juga ditekankan Faturahman dalam kesempatan ini adalah tingkat keberlanjutan sekolah anak-anak setelah menamatkan pendidikan SD. Karena walau tingkat partisipasi pendidikan di Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat untuk jenjang SD sudah cukup baik, masih ada lebih dari 20 persen anak yang tidak melanjutkan ke tingkat SMP, karenanya pemerintah perlu menyiapkan program-program yang dapat mempertahankan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Faturahman menambahkan pemerintah secara nasional melalui Kemendikbudristek telah meluncurkan program merdeka belajar yang memiliki empat tagline yakni sekolahkan anak Indonesia, dorong pembelajaran siswa, bangun karakter siswa, dan tidak ada yang tertinggal. Dimana luncuran program ini dimaksudkan agar adanya pembentukan karakter siswa Indonesia yang sama dan juga menghadirkan pendidikan bagi semua anak secara berkeadilan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Yunus B Wulang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada INOVASI NTT yang sudah memberikan dukungan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur dalam penyusunan Renstra bidang pendidikan Kabupaten Sumba Timur 2021-2026 saat ini.

Karena selama ini penyusunan Renstra pendidikan dilakukan secara mandiri oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur sendiri dengan melibatkan semua sumber daya yang ada di setiap bidang. Karena itu, diharapkannya dengan adanya pendampingan dari INOVASI NTT kali ini, akan dapat menghasilkan Renstra yang lebih baik.

“Di tengah Pandemi saat ini, tentunya kita harus melakukan analisis layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak didik dan yang bisa dilakukan teman-teman guru di setiap satuan pendidikan, agar anak-anak kita tetap minimal bisa memiliki kemampuan pengenalan huruf dan literasi dasar,” harapnya.

Provincial Manager INOVASI Provinsi NTT, Hironimus Sugi dalam sambutannya menegaskan saat ini anak-anak dalam kondisi yang cukup memprihatinkan karena Pandemi Covid-19 yang sudah memaksa anak-anak harus belajar dari rumah lebih dari satu tahun ajaran. Karenanya penyusunan Renstra kali ini harus memberikan perhatian terhadap adanya kondisi Pandemi Covid-19 sehingga bisa menghasilkan Renstra yang menjawab permasalahan pendidikan di tengah Pandemi Covid-19 saat ini.

Senior Adviser and System Police Program INOVASI Jakarta, Basilius Bongeteku dalam kesempatan tersebut meminta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur dan INOVASI NTT agar bisa melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah di Sumba Timur berdasarkan tingkat kebutuhan penanganannya, mulai dari tingkat rendah, sedang, hingga tinggi sehingga bisa juga dipetakan pola penanganan yang harus dilakukan di setiap sekolah.(bev/ol)

Leave a Comment