Pengerjaan Jalan Bonle’u Dibatalkan, Warga Ancam Tutup Mata Air

Salah satu ruas jalan sirtu di Kabupaten TTS. Gambar diabadikan belum lama ini.
Salah satu ruas jalan sirtu di Kabupaten TTS. Gambar diabadikan belum lama ini.

 

Megi Fobia

Masyarakat Desa Bonle’u, Kecamatan Tobu, Kabupaten TTS mengancam menutup sumber mata air Bonle’u menuju Soe yang dikelola oleh PDAM setempat.

Ancaman ini dilakukan masyarakat pasca pembatalan tender pengerjaan jalan hotmix menuju Desa Bonle’u sebesar Rp3,5 miliar dari APBD murni 2021 dengan volume pengerjaan 1,5 kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) TTS, Lens Liu kepada VN, Kamis (27/5) membenarkan jika pekerjaan jalan Hotmix menuju Desa Bonle’u, Kecamatan Tobu, gagal karena anggaran sebesar Rp3,5 miliar untuk pekerjaan jalan Hotmix 1,5 km direfocusing sehingga pekerjaannya dibatalkan.

Menurut Lens, pekerjaan jalan tersebut gagal meski tahapan proses tender sudah selesai, tetapi dibatalkan karena kontrak belum ditandatangani.

Tetapi jika dalam perubahan APBD 2021 masih ada anggaran maka pekerjaan jalan hotmix ke Bonle’u segera dikerjakan.
Anggota Komisi III DPRD TTS, Benedictus Banamtuan mengatakan jika anggaran yang telah dialokasikan oleh TAPD dan Banggar DPRD TTS untuk pekerjaan jalan Hotmix Desa Bonle’u ditunda, ke depan tetap dikerjakan.

Terkait dengan kekecewaan masyarakat Desa Bonle’u untuk menutup mata air Bonle’u akibat tidak ada perhatian Pemda TTS, Benedictus berharap masyarakat tidak menutup air. Sebab, komisi III DPRD TTS akan tetap memperjuangkan pekerjaan jalan hotmix itu.

Jika semua program kegiatan yang sudah direncanakan namun tertunda karena direfocusing, Benedictus mengatakan harus tetap jadi prioritas dan tetap dilanjutkan. Oleh karena itu, jalan hotmix yang anggarannya dirasionalkan harus tetap dianggarkan untuk dikerjakan.

“Kalau soal ancaman mau tutup air bersih, kita berharap tidak terjadi karena kami di Komisi III akan tetap perjuangkan,” ucapnya.

Komisi III DPRD TTS, lanjut Beni, berharap agar program peningkatan ruas jalan Bonle’u tetap ada dan dikerjakan sepanjang pelaksanaan teknisnya ada.

Salah satu warga Desa Bonle’u, Mickhael, menyatakan warrga Desa Bonle’u kecewa atas program pemerintah yang tidak direalisasikan tersebut. “Salah satu sumber PAD Kabupaten TTS itu dari potensi alam Desa Bonle’u,” ujarnya.

Potensi alam Desa Bonle’u yang dikelolah Pemda TTS tersebut, kata Mickhael, sudah puluhan tahun. Namun, hingga 2021 kondisi jalan menuju Bonle’u sangat memprihatikan karena perhatian pemerintah terhadap warga Bonle’u sangat minim. (mg-12/ari)

Leave a Comment