Penutupan Pasar Matawai Kurang Efektif

Mobil Dalmas Satpol PP terparkir di salah satu bagian pintu masuk Pasar Inpres Matawai untuk menghalau pengunjung yang mau masuk ke pasar, Kamis (15/7).

Jumal Hauteas

 

Keputusan pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk melakukan sistem buka-tutup pelayanan di Pasar Inpres Matawai kurang efektif. Pasalnya dalam Surat Edaran Bupati Sumba Timur Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pasar ditutup sejak pukul 10.00 Wita hingga 16.00 Wita, namun faktanya hanya ditutup sampai pukul 12.00 Wita.

Pantauan VN, Rabu-Kamis (14-15/7) tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI dan Polri mulai menutup akses masuk ke area pasar Matawai sekitar pukul 10.00 Wita dengan menggunakan dua unit mobil pengendalian massa (Dalmas) di bagian utara dan menggunakan bambu dan kursi di dua pintu masuk bagian selatan.

Selanjutnya anggota Polisi, TNI, dan Satpol PP berbagi dan berjaga di empat pintu masuk ke area pasar Matawai sehingga tidak diperkenankan ada warga masyarakat yang boleh melintas masuk ke dalam area pasar, kecuali warga pengunjung yang sudah berada di area pasar sebelum aparat berjaga dan hendak keluar tetap diijinkan keluar.

Sairu Nanga dan Agustina Ngongo yang ditemui VN di lapak jualan mereka Rabu (14/7) mengaku penutupan pasar sejak awal pemberlakuan pembatasan jam buka pasar tidak efektif. Karena sesungguhnya jam yang ditetapkan sebagai jam tutup pasar adalah jam saatnya sepi pengunjung, sehingga sesungguhnya penutupan pasar tidak diperlukan.

“Jam 11 sampai jam 15 memang selalu sepi pembeli. Jadi sebenarnya tidak perlu tutup juga tidak banyak orang yang berkunjung ke pasar di jam tersebut,” jelas Sairu Nanga.

Namun dengan adanya jam penutupan pasar yang ditetapkan pemerintah dan dilakukan penjagaan oleh aparat keamanan mengakibatkan pembeli memilih untuk datang belanja lebih pagi dan juga sore hari saat pasar kembali diijinkan buka sehingga mengakibatkan adanya kerumunan pengunjung.

“Memang sudah tidak terlalu ramai lagi pasar seperti sebelum ada Covid-19 ini, tetapi buka tutup pasar ini jadinya orang datang lebih banyak di pagi hari,” tambahnya.

Sairu Nanga menambahkan aparat keamanan juga hanya menjaga aktivitas keluar-masuk pengunjung ke pasar mulai jam 10.00 hingga pukul 12.00 Wita sehingga setelah jam 12.00 Wita dan aparat keamanan pulang, masyarakat pengunjung sudah dapat kembali masuk ke area pasar untuk berbelanja.

Agustina Ngongo menambahkan, walau dirinya berjualan dekat salah satu pintu masuk pasar  bagian utara, saat ini pengunjung pasar sungguh menurun drastis sehingga barang dagangan mereka tidak lagi selaris sebelum adanya Pandemi Covid-19. Bahkan menurutnya saat ini mereka sudah lebih banyak merugi dibandingkan mendapatkan keuntungan.

“Kami sudah seringkali makan modal, karena kalau hanya laku Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu sehari, kami mau sebut untung berapa sudah,” tanyanya.

Kepala Satuan (Kasat) Pol PP, Kabupaten Sumba Timur, Golu Wula yang dikonfirmasi di lobi Kantor Bupati Sumba Timur, Kamis (15/7) mengakui penutupan pasar Matawai pada jam penutupan yang dianjurkan dalam SE Bupati tentang PPKM tidak begitu efektif, karena waktu siaganya anggota di Pasar Inpres Matawai tidak full sesuai jam buka-tutup pasar.

Walau demikian penutupan ini tetap harus terus dilakukan agar sebagai pengingat bagi warga masyarakat Sumba Timur, terutama Kota Waingapu dan sekitarnya bahwa pada jam 10.00 Wita hingga 16.00 Wita adalah jam dimana ada pembatasan untuk berbelanja, sehingga hanya boleh berbelanja antara pukul 05.00 Wita hingga pukul 10.00 Wita dan baru dimulai lagi pukul 16.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita.

“Kita tidak tutup, banyak sekali laporan yang masuk ke pimpinan sehingga kita diperintahkan untuk tutup,” kilahnya.

Mantan Camat Kota Waingapu ini menambahkan pihaknya bisa saja tidak melakukan buka-tutup pasar di waktu siang. Namun ketertiban masyarakat pedagang maupun pembeli terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di Pasar Matawai masih cukup rendah, sehingga pihaknya harus tetap melakukan buka-tutup pasar.

“Kalau semua pedagang dan pembeli tertib pakai masker, kita bisa tidak tutup. Tetapi bisa dilihat sendiri di pasar berapa banyak pedagang dan pembeli yang pakai masker,” tandasnya.(Yan/ol)

 

Leave a Comment