Penyuntikan Serum Konvalesen Flu Babi Gunakan APD Lengkap

Putra Bali Mula

 

Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memberlakukan uji terap efikasi serum konvalesen terhadap infeksi African Swine Fever (ASF) atau virus Afrika. Penyuntikan ini menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.

Johana E Lisapaly selaku Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT dalam publikasinya secara virtual pada Rabu (7/7), menyampaikan hal tersebut.

Serum konvalesen adalah terobosan terhadap virus yang menyerang babi. Untuk diketahui belum ada vaksin atau obat untuk ASF. Serum ini merupakan antibodi terhadap virus ASF yang diambil dari darah babi yang telah sembuh dari ASF. Serum ini disuntikkan sebagai imun bagi ternak babi yang menderita ASF.

Pelaksanaannya telah diuji pada lima peternakan yaitu di dua peternakan di Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya, Nagekeo dan Manggarai Barat.

Pemakaian APD kepada petugas diwajibkan saat menyuntikkan serum ini sebagai langkah biosecurity dan biosafety. Disinfeksi juga dilakukan sebelum para petugas masuk ke kandang babi.

Ada empat tahap penyuntikan serum ini. Awalnya ternak babi diambil darahnya untuk pemeriksaan antibodi lalu penyuntikan pertama serum konvalesen ini. 10 hari kemudian sampel diambil lagi untuk penyuntikan kedua. 10 hari setelahnya dilakukan penyuntikan ketiga setelah antibodi diperiksa. Pada tahap keempat di hari ke 30 akan diambil darah untuk dievaluasi antibodi yang ada dalam tubuh ternak.

Melky Angsar selaku Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan NTT dalam publikasi yang sama menginformasikan hal yang sama.

“Serum ini bukanlah vaksinasi tetapi imun terapi yang disuntikkan ke tubuh ternak yang berguna bagi pengobatan suatu saat nanti ketika babi-babi kita terserang ASF. Serum konvalesen untuk melawan kuman tersebut. Aman, tidak perlu takut,” tukasnya.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pusat Veteriner Farma, Balai Besar Veteriner Denpasar, Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dinas Peternakan Kabupaten, dan Farm Swasta Mitra Dinas Peternakan. (Yan/ol)

Leave a Comment