Perencanaan Pendidikan harus Berdasarkan Data yang Valid

Peserta Lokakarya I penyusunan Renstra Pendidikan Kabupaten Sumba Timur menyatakan salam literasi dalam sesi foto bersama via aplikasi zoom, Jumat (16/7).

Jumal Hauteas

Setiap perencanaan harus dimulai dari data yang valid sehingga menghasilkan prioritas dan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Karena itu penyusunan Renstra Pendidikan Kabupaten Sumba Timur 2021-2026 juga harus direncanakan dan disusun dengan dasar data yang valid agar nantinya dapat diimplementasikan dalam pembangunan Pendidikan di Kabupaten Sumba Timur lima tahun ke depan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, NTT, Yunus B Wulang menyampaikan hal ini dalam sambutannya sebelum menutup kegiatan penyusunan Renstra Pendidikan Kabupaten Sumba Timur 2021-2026 yang diselenggarakan melalui zoom meeting dan didukung INOVASI Provinsi NTT, Jumat (16/7).

Ditegaskannya, semua pengetahuan yang telah diperoleh dari Lokakarya selama tiga hari ini harus dapat diimplementasikan dalam dokumen Renstra Pendidikan Kabupaten Sumba Timur 2021-2026.

“Tuntaskan target capaian RTL (Rencana Tindak Lanjut) dari Lokakarya satu ini paling lambat 23 hari ke depan,” tegasnya.

Sementara itu pendampingan penyusunan Renstra Pendidikan Kabupaten Sumba Timur 2021-2026 ini sendiri dipandu oleh Direktur Sekolah Dasar (SD) Dirjen PAUD, Dikdasmen, Kemendikbudristek, Maya Triwuri Handayani dan System and Police Specialist INOVASI NTT, Mus Mualim dan hadir sebagai peserta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Sekretaris Dinas Pendidikan, Ruben Nggulundima, para kepala bidang se-Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, hingga perwakilan guru dan pengawas PAUD, SD dan SMP.

Kepada para peserta dituntun untuk melakukan tabulasi data yang diambil dari Data Dapodik untuk kemudian diklasifikasikan menurut kebutuhan masing-masing seperti kebutuhan guru untuk setiap tingkatan sekolah sesuai dengan jumlah peserta didik di setiap satuan Pendidikan, hingga menghitung jumlah guru yang akan pensiun dalam lima tahun ke depan guna dimasukkan ke dalam daftar prioritas kebutuhan Pendidikan Kabupaten Sumba Timur untuk lima tahun ke depan.

”Ada 207 guru tingkat SD di Sumba Timur yang akan pensiun dalam kurun waktu lima tahun ke depan dengan rincian 171 guru kelas dan 36 guru mata pelajaran,” jelas Maya menjelaskan cara menarasikan salah satu isi tabel.

Selanjutnya data lain yang ditabulasi adalah data kondisi dan kebutuhan ruang kelas hingga ruang perpustakaan di setiap satuan pendidikan dengan kondisinya masing-masing, mulai dari yang dalam kondisi baik, rusak ringan, rusak sedang, atau rusak berat. Dimana data ini menjadi penting dalam penyusunan Renstra pendidikan Kabupaten Sumba Timur agar dapat diketahui berapa banyak ruang kelas atau ruang perpustakaan yang masih dibutuhkan dan tersebar di berapa sekolah atau berapa sekolah yang kelebihan ruang kelas karena terjadi penurunan peserta didik.

“Kalau penurunan peserta didik karena anak putus sekolah dan anak ikut bekerja membantu orang tua, bagaimana caranya kita melakukan pendekatan kepada orang tua untuk membawa kembali anak-anak ke sekolah,” ungkapnya.

Karenanya salah satu prioritas yang disepakati dalam Lokakarya ini adalah pemenuhan kebutuhan guru dan pengawas dari tingkat PAUD, SD dan SMP karena data menunjukkan bahwa ada banyak guru di tingkat PAUD yang masih belum berpendidikan Strata 1, dan belum mendapatkan pelatihan lengkap hingga tingkat mahir, dan banyaknya guru SD yang akan pensiun dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Menurut Maya, yang perlu diperhatikan atau dikedepankan dalam Renstra ini adalah kebutuhan-kebutuhan pendidikan yang jika tidak dilakukan akan menimbulkan dampak yang signifikan bagi pendidikan di masa yang akan datang. Karena itu rasio perbandingan guru dengan jumlah murid dan rombongan belajar tidak hanya perlu dilihat berdasarkan angka prosentase pada tingkat kabupaten secara umum. Namun harus diperhitungkan sampai pada tingkat distribusinya di setiap satuan pendidikan yang ada di seluruh Kabupaten Sumba Timur.

Senior Adviser and System Police Program INOVASI Jakarta, Basilius Bongeteku menegaskan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur dan INOVASI NTT harus mampu melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah di Sumba Timur berdasarkan tingkat kebutuhan penanganannya, mulai dari tingkat rendah, sedang, hingga tinggi sehingga disusun secara sistematis kemudian dirumuskan bersama pola penanganan yang harus dilakukan di setiap satuan pendidikan selama lima tahun ke depan.

“Jadi jelas apa yang akan dilakukan, siapa yang melakukan dan dari mana pembiayaannya. Apakah bisa dari dana BOS, APBDes, APBD II, DAK, atau sharing cost dengan pihak ketiga yang mau ikut membangun pendidikan Sumba Timur,” tegasnya.(Yan/ol)

Leave a Comment