PLN-BBKSDA Sinergi Bangun Jaringan Listrik Melintasi Kawasan Konservasi

Putra Bali Mula

 

PLN akan menghadirkan listrik di desa kawasan konservasi sumber daya alam sesuai Surat Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE), 17 Februari 2021, perihal Persetujuan Pembangunan Jaringan Listrik Desa SUTM 20 kV dan PLTS Melintasi Kawasan Konservasi di Provinsi NTT.

Komitmen itu dituangkan juga dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT), Arief Mahmud dan General Manager PT PLN (Persero) UIW NTT, Agustinus Jatmiko yang disaksikan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE), Wiratno.

Penandatanganan ini dilakukan dalam puncak Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021 sekaligus memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2021, Rabu (24/11), di Pantai Lasiana Kupang.

General Manager PT PLN (Persero) UIW NTT, Agustinus Jatmiko menyambut baik dan berterima kasih atas adanya PKS dengan BBKSDA NTT. Ia menilai ini merupakan bagian penting bagi peran PLN untuk lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

Tentunya, kata dia, PLN mendukung pengelolaan kawasan Konservasi di NTT dengan tetap menjaga keutuhan, kelestarian dan manfaat kawasan konservasi serta mendukung pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan.

“Berupa Pembangunan Jaringan Listrik Desa dan PLTS off grid sebagai Proyek Strategis Nasional,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala BBKSDA NTT, Arief Mahmud, menyampaikan listrik menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat.

“Dan kita melihat fakta sebagian jaringan listrik harus dibangun melewati kawasan konservasi, untuk mendukung pembangunan tersebut, maka Balai Besar KSDA NTT melakukan perjanjian kerjasama dengan PLN,” kata dia.

Ia menyebut program pembangunan yang telah dirancang ini dapat terlaksana dengan baik serta kebutuhan listrik bagi masyarakat dapat terpenuhi.

Perjanjian kerjasama ini dilakukan untuk mengakomodir perijinan pembangunan, pemeliharaan dan pengoperasian jaringan listrik di Ruang lingkup kerja sama ini meliputi dua hal.

PLN akan membangun jaringan LISSA (listrik desa) SUTM 20kV melintasi 5 (lima) kawasan yaitu CA Wae Wuul, TWA Ruteng, TWA Tuti Adage, CA Mutis Timau dan SM Kateri dengan total panjang jaringan ±24,2 kilometer dan total jumlah tiang 461 unit.

Kedua, pembangunan PLTS berada pada kawasan TWA Gugus Pulau Teluk Maumere sebanyak 2 unit dengan total panjang jaringan 3,4 kilometer.

“Kepedulian PLN terhadap listrik NTT sangat saya hargai, jadi tidak hanya memenuhi listrik tapi juga harapannya terhadap upaya-upaya konservasi yang kami lakukan dapat terlaksana dengan baik,” tutupnya. (Yan/ol)

Leave a Comment