PLN Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Mataloko

Dalam rangka mengembangkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Mataloko, PT PLN (Persero) melalui unitnya yakni PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, saat ini sedang menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko yang berkapasitas 20 MW. PLTP Mataloko yang belokasi di Kabupaten Ngada akan memanfaatkan lahan seluas 210.700 meter persegi, yang terbagi menjadi enam area yakni area wellpad empat titik, laydown area, dan access road.

Gregorius Adi, Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIW NTT mengatakan saat ini sedang tahap prakonstruksi berupa persiapan pengadaan lahan dan pengurusan izin – izin yang diperlukan.

“Sesuai dengan ketentuan, aturan, dan undang – undang yang berlaku, saat ini kami sedang melaksanakan proses pengajuan izin penetapan lokasi (Penlok) kepada Pemerintah Provinsi NTT dan progress sampai dengan saat ini masih on the track,” jelasnya.

PLTP Mataloko merupakan program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang termasuk dalam program 35 MW pemerintah dan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan peran EBT pada bauran energi nasional yang ditargetkan mencapai 23% pada 2025, PLTP Mataloko merupakan salah satu wujud komitmen PLN dalam mendukung penerapan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu cara mengurangi penggunaan energi fosil adalah dengan memanfaatkan sumber energi yang ramah lingkungan.

“PLN melihat pengembangan energi panas bumi yang signifikan harus segera dimulai dan diwujudkan, sehingga kita mampu menciptakan ketahanan energi melalui renewable energi secara berkesinambungan. Untuk wilayah NTT sendiri, pengembangan ke depan tidak hanya di Mataloko, tetapi PLN juga akan segera memulai persiapan untuk PLTP Ulumbu, dan PLTP Atadei,” tutup Greg.

Untuk diketahui, tahapan proses pembangunan PLTP Mataloko telah mengantongi Izin Prinsip, Izin Kesesuain Tata Ruang (RTRW), UKL – UPL Eksplorasi & Izin Lingkungan Efektif dari pemerintah daerah. (bev/ol)

Leave a Comment