PMI-T NTT Dipulangkan Melalui Pelabuhan Maropokot

Silvya Peku Djawang Kepala Diskopnakertrans NTT
Silvya Peku Djawang Kepala Diskopnakertrans NTT

Maykal Umbu

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia Terkendala (PMI-T) asal Provinsi NTT akan dipulangkan melalui Pelabuhan Maropokot, Kabupaten Nagekeo.

Sebelum tiba di NTT para PMI ini akan menjalani karantina terpusat di Kendari selama 14 hari.

“Setelah dinyatakan bebas covid-19 maka akan dipulangkan melalui jalur terdekat dan Dermaga Maropokot menjadi tujuan selanjutnya,” ungkap Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Transmigrasi NTT, Silvya Peku Djawang kepada VN, Kemarin.

Menurutnya, pemulangan ini dilakukan atas kerja sama dengan pihak BP2MI, sedangkan bidang layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) tidak mempunyai biaya untuk berlayar dan tiket pesawat sehingga dermaga Maropokot dipilih karena biayanya lebih murah.

Dari Kendari, lanjutnya, misalnya ada sekitar ratusan PMI-T dari Malaysia menjalani karantina terpusat, setelah itu akan dipisah per daerah.

“Khusus NTT dipilih Maropokot karena jalur alternatif terdekat dari Kendari dan yang lalu pun sudah dilakukan demikian, seperti dari Maropokot ada PMI yang berasal dari Sumba maka dipulangkan menggunakan Fery Aimere begitupun juga dengan PMI asal pulau Timor,” ungkapnya.

Selanjutnya, setelah tiba di daerah masing-masing para PMI-T akan langsung ditangani oleh Satgas kabupaten.

“Jadi kita sudah bersurat ke Satgas masing-masing, sehingga dapat ditindaklanjuti penanganannya. Surat tersebut juga tembusannya ke Bupati dan Dinas Tenaga kerja,” ungkapnya.

Kepala UPT BP2MI Kupang Wilayah Kerja Provinsi NTT, Siwa mengatakan, terkait pemulangan PMI-T atau sebutan untuk PMI Bermasalah saat ini telah berjalan secara rutin melalui debarkasi Nunukan, Entikong, Tanjung Pinang/Batam, Medan, Jakarta, Surabaya dan Denpasar.

“Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena masih dalam situasi pandemi covid-19 dan sudah dilakukan sejak tahun 2020 hingga saat ini,” jelasnya.

Terkait pemulangan bulan Juni ini, lanjut dia, maupun tahun berjalan sesuai kondisi tahun berikutnya BP2MI Kupang tetap siap memfasilitasi pemulangan lanjutan antardaerah di wilayah NTT setelah menerima para PMI-T dari daerah debarkasi.

Terkait jumlah, kata Siwa, akan diketahui setelah di debarkasi karena akan didata ulang dengan demikian maka pemulangan dilakukan secara estafet bisa dari debarkasi langsung ke NTT dan bisa juga dari debarkasi ke daerah lain baru ke NTT.

“Salah satu contoh, PMI-T yang dipulangkan melalui debarkasi Nunukan akan dikirim ke Makassar kemudian dilanjutkan ke tempat lain termasuk NTT,” jelasnya.

Terkait covid-19, kata dia, sudah diatur ketika tiba di debarkasi atau pintu masuk Indonesia selama 5 hari setelah itu ditest covid-19 kalau negatif dipulangkan ke NTT.

Untuk diketahui, jumlah pemulangan PMI-T asal NTT sejak Januari sampai 4 Juni 2021 sebanyak 71 orang dan 59 jenazah dari 64 orang yang meninggal dunia. (mg-21/ari)

Leave a Comment