Polda NTT Bekuk Spesialis Pencurian Sapi

Tim Resmob Jatanras Polda NTT amankan spealis pencurian ternak sapi beserta barang buktinya yang beroperasi di wilayah kota dan Kabupaten Kupang, Rabu (28/7). Foto: Mutiara/VN
Tim Resmob Jatanras Polda NTT amankan spealis pencurian ternak sapi beserta barang buktinya yang beroperasi di wilayah kota dan Kabupaten Kupang, Rabu (28/7). Foto: Mutiara/VN

Mutiara Malahare

Tim Reserse Mobile Polda NTT membekuk empat spealis pencurian ternak sapi di wilayah Kota dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Informasi yang diperoleh VN, Rabu (28/7) sekitar pukul 04.00 Wita, Tim Resmob mengikuti salah satu dari jaringan pencurian ternak bernama YS alias J yang hendak menumpang angkutan kota dari Depan RS Undana menuju arah Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Angkot yang membawa pelaku YS alias J berhenti di depan rumah rekannya berinisial PL untuk memuat beberapa karung dan plastik yang berisi daging sapi curian.

Setelah itu, Tim Resmob membekuk dan mengamankan mobil yang memuat daging sapi curian yang saat itu hendak dibawa oleh para pelaku untuk menjualnya ke Pasar Oeba.

Berdasarkan keterangan pelaku YS alias J dan PL, sekitar pukul 06.00 wita, Tim Resmob kembali mengamankan oknum pengepul daging sapi berinisial KAN alias A yang setiap harinya berdagang daging sapi di Pasar Oeba, Kota Kupang.

Kepada VN, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto menjelaskan setelah mengamankan para pelaku pencurian ternak sapi, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa daging sapi, senjata tajam, ponsel dan timbangan daging.

“Penyidik mengamankam daging sapi hasil curian sebanyak 180 kilogram, parang dan pisau untuk memotong daging, ponsel milik para pelaku, serta timbangan daging untul mengukur jumlah daging yang hendak dijual kepada pengepul,” ungkap Krisna.

Berdasarkan keterangan dari pelaku KAN alias A bahwa dirinya sebagai pengepul daging sapi, dirinya mengaku mendapatkan daging sap8 dari pelaku PL dengan harga murah sebesat Rp65 ribu per kilogram.

“Oknum pengepul A mengaku mendapatkan pasokan daging sapi dengan harga murah sebesar Rp65 ribu sehingga dirinya mendapat keuntungan dari penjualan daging sesuai harga pasar,” tambah Krisna.

Sementara itu, pelaku PL mengaku bahwa daging sapi itu hasil curian dari wilayah Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

“Pelaku PL mengaku telah mencuri dua ekor sapi milik warga di Desa Sumlili dan aksi pencuriannya dilakukan bersama beberapa saudara berinisial O, H, R,  A dan N,” bebernya.

Tim Resmob terus melakukan pengembangan kemudian berhasil mengamankan para terduga pencurian sapi masing-masing H, R, A, serta N di tempat kediaman masing-masing. (bev/ol)

Leave a Comment