Polda NTT Mulai Penyidikan Kasus 17 Anak Pekerja THM

Kasubdit IV Renakta Direskrimum Polda NTT, Kompol Muhamad Mukshon saat memberikan keterangan kepada awak media di Shelter Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (Truk-F) Jumat (2/7) siang. Foto: Yunus/VN
Kasubdit IV Renakta Direskrimum Polda NTT, Kompol Muhamad Mukshon saat memberikan keterangan kepada awak media di Shelter Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (Truk-F) Jumat (2/7) siang. Foto: Yunus/VN

Yunus Atabara

Aparat penyidik Polda NTT melakukan penyidikan terhadap kasus 17 anak di bawah umur yang diamankan di empat Tempat Hiburan Malam (THM) di Kabupaten Sikka belum lama ini.

Kasubdit IV Renakta Direskrimum Polda NTT, Kompol Muhamad Mukshon kepada VN Jumat (2/7) di Shelter Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (Truk-F) mengatakan pemeriksaan dilakukan oleh penyidik PPA yakni polwan yang bersertifikasi PPA dalam hal ini kami berencana secepatnya agar kasus ini segera P21. Selaku Kasubdit IV Renakta Direskrimum Polda NTT, berjanji secepat mungkin kasus tersebut P21.

Ia meminta dukungan semua pihak termasuk media untuk menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan kasus 17 anak di bawah umur yang diamankan oleh Polda NTT

“Kalau ada hal-hal yang perlu ditanyakan, silahkan langsung ke saya atau bisa langsung kepada penyidik kami yang menangani kasus ini,” kata Mukshon.

Menurut Mukshon, pelanggaran pemilik THM adalah UU perlindungan anak yang dicontohkan dengan ketenagakerjaan. Hingga saat ini penyidik belum memasukkan UU TPPO karena setelah gelar perkara masih ada hal-hal yang belum terpenuhi. Namun, tidak menutup kemungkinan spabila dalam pemeriksaan ditemukan ada unsur ke arah TPPO maka penyidik akan menggunakan UU TPPO dalam penyidikan lanjutan.

“Untuk sementara kita masih fokus beradasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang sudah diamankan oleh penyidik,” ujarnya.

Terkait dengan adanya empat orang anak di bawah umur yang melarikan diri dari Shelter Truk F, ia mengatakan Polda NTT dari awal sudah melakukan pencarian dan terus mencari dengan harapan semoga segera ditemukan.

Dalam hal ini selaku penyidik tidak ingin berspekulasi dalam memberikan informasi kepada publik. Tetapi pada intinya polisi tetap bergerak berdasarkan alat bukti yang ada.

Oleh karena itu selaku penyidik memohon kepada pihak pihak yang mengetahui, atau merasa ada keterlibatan agar membantu kelancaran proses tugas polisi selaku penyidik agar segera mengantar empat korban itu kepada penyidik kepolisian.

Sedangkan pemilik atau pengelola empat Pub tempat 17 korban anak di bawah umur itu sudah diamankan dan akan dilakukan pemeriksaan. Ada beberapa hal yang belum bisa disampaikan ke publik untuk kepentingan penyidikan.

“Tidak semua hal kami sampaikan ke publik untuk kepentingan penyidikan. Kami akan sampaikan ke publik apabila semuanya sudah selesai,” ujarnya.

Sedangkan untuk tempat penyidikan akan tetap dilakukan di Maumere. Korban tidak jadi dibawa ke Kupang. Hal itu sebagai bagian mengakomodir semua kepentingan dan masukan agar dilakukan pemeriksaan di Maumere.

“Awalnya kita mau penyidikan di Kupang. Tapi karena korban menolak, akhirnya kami yang mengalah yang datang ke sini. Kami sangat menghargai kringinan korban,” ujarnya.(bev/ol)

Leave a Comment