Polda NTT Pantau Aktivitas Penjualan Obat dan Alkes Selama PPKM

Yapi Manuleus

Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Lotharia Latif menurunkan tim gabungan untuk memantau langsung aktivitas penjualan obat-obatan jenis antibiotik selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikan Kapolda NTT melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, di Mapolda NTT, Selasa (6/7).

“Kami menindaklanjuti perintah Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, atas diterbitkannya surat telegram terkait penegakan hukum selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali. Surat Telegram Nomor ST/1373/VII/H.U.K/7.1./2021 itu membahas HET obat-obatan dan alat kesehatan,” ujar Khrisna.

Ia mengatakan hal tersebut merupakan upaya Polri mencegah adanya penimbunan dan harga jual yang ditawarkan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Sekaligus memastikan ketersediaan obat-obat yang dibutuhkan dalam penanganan pandemik COVID-19,” ujar mantan Kapolres TTU ini.

Kapolda NTT, tegas Khrisna, telah memerintahkan untuk menindak tegas distributor dan oknum penjual yang mencoba bermain di situasi sulit saat ini seperti melakukan penimbunan dan menaikkan harga yang tidak wajar.

“Kapolda juga meminta kepada masyarakat agar melaporkan, menginformasikan kepada kepolisian jika menemukan ada indikasi penimbunan maupun menaikan harga obat-obatan serta alkes,” tutupnya. (bev/ol)

Leave a Comment