Polda NTT Perketat Pengamanan di Rumah Sakit

Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto Kabid Humas Polda NTT
Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto Kabid Humas Polda NTT

Mutiara Malahere

Menyikapi kasus perebutan jenazah positif covid-19 di Rumah Sakit Siloam Kupang, pihak Kepolisian Daerah NTT akan memperketat pengamanan penanganan terhadap para petugas Tim Satgas yang menangani jenazah Covid-19.

Kepada VN, Rabu (21/7) Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan aparat keamanan Polda NTT memperketat pengamanan di sejumlah rumah sakit di Kota Kupang.
pengawalan diperketat setelah terjadi kasus pengambilan jenazah covid-19 secara paksa dari rumah sakit.

“Ada dua rumah sakit yang dikawal ketat oleh anggota yakni Rumah Sakit Leona Kupang dan Rumah Sakit Siloam Kupang,” ujar Krisna.
Menurutnya, kejadian pengambilan paksa jenazah terkonfirmasi covid-19 ini harus diantisipasi dengan keamanan yang ketat.

Menurutnya, setiap jenazah terkonfirmasi positif covid-19 harus mengikuti protokol kesehatan dalam proses pemulasaran hingga pemakamannya.
Jenazah positif covid-19, ujarnya, tidak bisa diperlakukan seperti jenazah pada umumnya.

“Aturannya, setiap jenazah covid-19 harus dimakamkan sesuai protokol kesehatan dari Satgas Covid-19,” ujarnya.

Direktur Rumah Sakit Umum Siloam Kupang, dokter Hans Lie yang dikonfimasi dengan singkat membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, ada kejadiannya tadi. pasien meninggal akibat covid-19,” ujarnya.
Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti menjelaskan jenazah LHH diduga pasien covid-19 sempat dibawa paksa pihak keluarga dari RS Siloam Kupang.

Namun, pihak keluarga menyampaikan permintaan maaf dan mengizinkan jenazah LH diambil kembali oleh tim Satgas untuk dimakamkan sesuai protokol penanganan covid-19 di TPU Fatukoa Kota Kupang.

“Pihak keluarga menyampaikan permintaan maaf dan mereka tidak menduga kejadiannya sampai seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, pihak keluarga LHH sadar untuk jenazah dimakamkan dengan prokes covid-19 dan Satgas mengucapkan terima kasih.

“Insiden ini terjadi karena keluarga LHH hanya ingin menunjukkan anak mereka yang meninggal ke keluarga dan jenazah tidak turun mobil,” tandas Kapolres Kupang Kota.

Setelah itu jenazah didoakan selama 3 menit dan keluarga kemudian menyerahkan kembali jenazah ke Satgas untuk dimakamkan di TPU Fatukoa, Kota Kupang.

Sebuah video jenazah Covid-19 dirampas dan digotong warga dari RSU Siloam Kupang, NTT viral di media sosial.
Ada beberapa video yang beredar dengan durasi 20-30 detik.

Dalam video itu terlihat puluhan warga mengambil paksa jenazah pasien covid-19 yang digotong sejumlah petugas rumah sakit berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap.

Warga menggotong jenazah itu ke sebuah mobil pick up warna hitam yang parkir di jalan raya depan RSU Siloam Kupang.
Mereka meletakkan jenazah itu di dalam mobil untuk dibawa ke rumah duka di Kecamatan Alak, Kota Kupang. (tia/ari)

Leave a Comment