Polisi Imbau Warga tak Lagi Mengambil Jenazah Covid-19 di TPU Fatukoa

Makam pasien Covid-19 yang digali oleh pihak keluarganya, di TPU Damai Fatukoa, Kota Kupang, NTT, Jumat 9 Juli 2021. Foto: Yapi Manuleus/vn.

Yapi Manuleus

 

Aparat Kepolisian dari Polsek Maulafa, Kota Kupang, NTT, mengimbau warga agar tidak lagi menggali dan mengambil kembali Jenazah korban Covid-19 di TPU Damai Fatukoa. Hal tersebut sangat berisiko sebab mayat tersebut meninggal akibat terpapar Covid-19.

Kapolsek Maulafa AKP Jery Puling kepada VN, Sabtu (10/7) mengatakan, imbauan tersebut disampaikankarena pada Jumat (9/7) kemarin, beberapa keluarga kedapatan hendak menggali dan mengambil kembali satu jasad keluarganya yang dikubur di lokasi Makam Covid-19 yang berada di TPU Damai Fatukoa, Kota Kupang.

Pada Jumat 9 Juli 2021, jelas dia, sekira pukul 20.00 Wita Anggota Kepolisian Polres Kupang Kota mendapatkan informasi ada kegiatan penggalian kubur dan pengambilan jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 yang dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum Fatukoa.  Pada pukul 22.30 Wita anggota Kepolisian langsung menuju ke TPU Damai Fatukoa. Saat tiba di pintu masuk TPU Fatukoa anggota melihat ada satu unit mobil pick up warna silver dengan Nomor Polisi DH 1892 CC dan satu unit sepeda motor yang keluar dari TPU Damai Fatukoa. Polisi langsung menahan kendaraan tersebut dan memeriksa muatan dari kendaraan, ternyata kendaraan tersebut memuat satu peti jenazah berwarna putih yang di dalamnya terdapat jenazah korban Covid-19 yang dimakamkan di TPU tersebut beberapa waktu lalu.

Ada pun Identitas jenazah yang diambil tersebut yakni Daniel Nila Lay, Tempat Tanggal Lahir Kupang, 14 Juli 1962. Alamarhum dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 23 Februari 2021 yang lalu di Rumah Sakit Leona Kupang, beragama Kristen Protestan, dan
Jenis Kelamin Laki-laki
Pekerjaannya PNS – Guru
Serta beralamat di Labat tepatnya di RT.011/ RW.003 Kelurahan Bakunase II Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.
Menurut keterangan dari Istri Almarhum Yasinta Nila Lay – Rhogalili bahwa mereka melakukan perbuatan tersebut karena mengikuti pesan almarhum sebelum meninggal, untuk dimakamkan di makam yang telah disediakan di rumah almarhum. Yasinta juga pernah mengirimkan surat mohon pamit memindahkan kubur suaminya ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Kupang namun hingga saat ini tidak mendapatkan jawaban dari surat tersebut.

Kapolsek Maulafa pun mengaku pada malam itu Para pelaku langsung dibawa ke rumah sakit W.Z. Johannes Kupang untuk dilakukan rapid Antigen namun hasilnya Negatif dan untuk sementara para pelaku masih mengadakan Isolasi Mandiri di wilayah Kelurahan Oeleta Penkase.

“Ada enam orang pelaku cuma dua orang lari dan empat yang diamankan. Sekarang mereka masih isolasi mandiri di Penkase. Nanti setelah hasil sudah Negatif betul baru proses hukum dilanjutkan,” Kata AKP. Jery Puling.

Pihaknya pun menghimbau kepada warga Kota Kupang agar tidak meniru perbuatan tersebut, karena sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Apalagi ini Jenazah Covid-19, jadi sangat berbahaya,” tutupnya.

Sebelumnya Pantauan VN di Lokasi Makam Covid-19 di TPU Damai Fatukoa, kemarin pukul 17.00 Wita, tampak ada satu makam yang terlihat dipenuhi banyak keluarga. Mereka berkumpul sambil menutup makam itu menggunakan sebuah terpal berwarna biru. Ternyata makam tersebut hendak digali kembali untuk segera dipindahkan di samping rumahnya.

“Ini kami mau gali pulang kaka, kami mau bawa kembali orang tua kami ke Labat (Bakunase 2). Karena dia ini meninggal bukan Covid-19,” kata salah satu orang tua yang tidak mau sebutkan namanya saat diwawancarai VN dilokasi tersebut. (Yan/ol)

 

Leave a Comment