Politeknik eLBajo Commodus Memperkuat Kemitraan di Manggarai Barat

Gerasimos Satria

Politeknik eLBajo Commodus mengelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Membangun Peran Pentahelix Sebagai Akselerator Daerah”,Selasa (9/11) di Puri Ssri Beach Hotel Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur.

FGD yang menghadirkan sejumlah Dunia Industri Dunia Usaha (DUDI), komunitas dan akademisi bertujuan
mendorong dan memperkuat kemitraan kedalam suatu format rintisan kemitraaan akselerator daerah antara pemerintah daerah, satuan pendidikan vokasi Dudi komunitas dan media.

FGD juga akan menggali potensi dan sumber informasi bagi semua pihak.

PIC Program Menara Vokasi Politeknik eLBajo Commodus Fitri Ciptosari mengatakan Politeknik eLBajo Commodus terpilih menjadi salah satu Perguruan Tinggi (PT) Penyelenggara Pendidikan Vokasi untuk menyelenggarakan serangkaian kegiatan dalam pembentukan akselerator daerah di Mabar.

Politeknik eLBajo Commodus akan menggandeng banyak Dudi dan komunitas di Labuan Bajo untuk menyukseskan tugas tersebut.

Ia menjelaskan untuk mewujudkan destinasi super prioritas Labuan Bajo sebagai leading sector pembangunan di Mabar harus dilakukan bersama.

Pengembangan destinasi pariwisata memerlukan sinergitas semua sektor secara inklusif. Diperlukan kerjasama pentahelix yang terdiri dari lima unsur aktor pembangunan yakni pemerintah daerah, Dunia usaha dan dunia industri ,akademisi,komunitas dan media massa.

Fitri berharap FGD berbagai komunitas,akademisi dan dunia usaha dan industri itu terbentuknya sinergitas kemitraan Pentahelix,terjadinya link and match dan matching potensi antar komponen kemitraan.Serta terbentuknya rencana aksi dalam pembentukan akselerator daerah.

“FGD ini akan menjadi vocal point sebagai penghubung yang diharapkan akan berperan sebagai pengikat keharmonisan kemitraan dan dapat berkembang untuk mengembangkan potensi wilayah secara berkesinambungan,”ujar Fitri.

Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Mabar Silvester Wanggel mengatakan pembangunan pariwisata harus berbasis masyarakat. Masyarakat harus mengontrol dan terlibat dalam pembangunan sektor pariwisata.

Dia mengatakan untuk mengembangan sektor pariwisata membutuhkan kerjasama semua stakeholder mulai dari pemerintah daerah hingga media massa.

“Hanya 0,8 persen masyarakat Manggarai Barat yang menikmati pariwisata. Benarkah pariwisata sebagai leading sektor pembangunan? Ini yang menjadi tugas kita semua,” tegas Sil (bev/ol)

Leave a Comment