Polres Belu Tetapkan Tersangka Kasus Pencurian Sapi

Stef Kosat

Polres Belu menetapkan dua tersangka pencurian ternak sapi dan kepemilikan senjata api di ruangan gelar perkara Polres Belu, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (31/7).

Dua tersangka yakni Seferianus Eli alias Eli dan Pontianus Abatan alias Ponti.

Barang bukti yang disita dari kedua kasus di antaranya satu pucuk senjata api jenis Rifle buatan Belanda, sebilah  parang dengan ukuran 30 cm bergagang kayu bersarung plastik, dan satu lembar kulit sapi bertuliskan “BLB”.

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh mengatakan  kedua tersangka dijerat Pasal 363 ayat 1, ke 1 E dan 4E Kuhap Pidana dan pasal 1 ayat 1  UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang bahan peledak dan senjata tajam dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

Ia menjelaskan Eli diamankan di Hutan Webora desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu oleh beberapa warga yang sedang mencari arah sumber suara letusan senjata api.

“Sebab sudah berulangkali masyarakat mengeluh kehilangan sapi,” ujarnya.

Ia menambahkan warga yang mendengar suara letusan senjata api itu yakni Alexander Meak. Merasa curiga dengan suara letusan senjata api, Alex kemudian menghubungi saudara Joni dan Tonce untuk mengecek suara tembakan. Sebab suara tembakan itu mengarah pada orang yang selama ini dicurigai sebagai pencuri sapi masyarakat.

Setelah itu, Alex bersama kawan-kawan menghubungi Buser Polres Belu supaya bersama mengamankan tersangka beserta barang bukti.

“Saat diamankan, pelaku sedang memikul daging sapi curian dan senjata api jenis Rifle dikalungkan di lengan sebelah kanan dan parang diikat pada pinggangnya,” jelas mantan Kapolres Sumba Barat ini.

Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Belu, pihaknya mengamankan tersangka lain yakni Pontianus Abatan alias Ponti, sebagai penyedia senjata api jenis Rifle buatan Belanda.

Ia mengatakan kasus ini terus dikembangkan karena pelaku pencuri sapi lintas kabupaten dan penadah daging sapi curian juga belum terungkap.

Sesuai informasi yang dihimpun VN dari berbagai sumber Pontianus Abatan alias Ponti merupakan mantan anggota DPRD TTU dari partai Hanura.

Eli dan Ponti saat diperiksa mengaku sudah lima kali beraksi dan baru tertangkap Kamis lalu.

Eli dan Ponti megaku enjelaskan sudah berada  di Hutan Wehas, Kabupaten Timor Tengah Utara sejak 28 Juli dan bermalam di hutan untuk mencari hewan ternak sapi. Kamis 29 Juli 2021, mereka berjalan menyusuri hutan Wehas hingga ke hutan kampung Wehudi, Dusun Tubatan, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu dengan membawa senjata api jenis Rifle dan sebilah parang.

Saat keduanya menyusuri Hutan Kampung Wehudi, para pelaku pencuri ini menemukan dua ekor sapi sementara berjalan.  Eli langsung menembak salah satu sapi itu sebanyak  satu kali. Tembakan Eli tepat sasaran dan sapi mari. Mereka lalu memotong sapi dan membaginya menjadi dua bagian. Eli lalu ditangkap Buser Polres Belu bersama warga sedangkan Ponti tertangkap setelah kasus tersebut ditingkatkan ke penyelidikan. (bev/ol)

Leave a Comment