Polres Malaka Reka Ulang Kasus Pembunuhan di Desa Raisamane

Wilfrid Wedi

Polres Malaka melakukan reka ulang kasus pembunuhan di Desa Raisaname,  Kecamatan Rinhat, Kamis(29/7) terhadap korban Maria Regina Luruk alias Bete Lauk (47) yang ditemukan meninggal pada hari Jumat tanggal 2 Juni 2021 sekitar pukul 15.30 Wita di pinggir cekdam Sadan Dusun Srin Desa Raisamane, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Tersangka YYF (19 th) yang merupakan keponakan korban.

Kegiatan reka ulang dipimpin Kasat Reskrim Polres Malaka IPTU Jamari dan  melibatkan seluruh anggota Sat Reskrim Polres Malaka dibantu anggota Sabhara yang dipimpin Ketua Tim Pengamanan Terbuka IPTU Made Yurdana dan Ketua Tim Identifikasi IPTU Soleman Badu.

Kapolres Malaka AKBP Rudy J.J. Ledo mengatakan timnya telah melakukan reka ulang 30 adegan. Tujuannya, untuk memberikan kejelasan tindak pidana pembunuhan dan mempermudah aparat dalam proses hukum yang sedang berlangsung.

Ia menjelaskan kejadian bermula saat tersangka YYF pada pukul 09.00 Wita datang ke rumah korban Maria Regina Luruk alias Bete Lauk. YYF bertanya pada korban soal keberadaan Bete. Namun, Martina Hoar, ibu korban mengatakan korban sedanb pergi ke kebun untuk memetik sirih. YYF lalu berangkat ke kebun yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer. Sampai di kebun ternyata korban tidak ada sehingga YYF pulang lewat jalan menuju cekdam. Sampai di cekdam, tersangka melihat korban sedang mencuci tangan dan selanjutnya timbul niat tersangka untuk menyetubuhi korban. Tersangka mendekati korban sekitar 2 meter, lalu melempar korban dengan batu dan melukai kelopak mata hingga luka dan berdarah. Korban lalu jatuh tengkurap.

Korban lalu berteriak, karena takut tersangka mengambil kayu gamal di sekitar korbandam dan menusuk bagian bawah tubuh korban hingga meninggal karena banyak mengeluarkan darah.

Kasat Reskrim Polres Malaka IPTU Jamari menegaskan perbuatan pelaku sudah mengandung unsur pidana

“Tersangka YYF diduga telah melakukan pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 Subs Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana penjara 15 tahun,” tegas IPTU Jamari. (bev/ol)

Leave a Comment