PPDB Online, Warnet di Atambua Dipadati Pelamar

Orangtua dan calon siswa memadati Warnet Jariel Atambua. Foto: Stef/VN
Orangtua dan calon siswa memadati Warnet Jariel Atambua. Foto: Stef/VN

Stef Kosat

Hari pertama pendaftaran Calon Peserta Didik Baru (CPDB) di Warnet Jariel, Kelurahan Tini Kecamatan Atambua Kota, NTT, Senin (20/6) dipadati orangtua maupun calon peserta didik baru. Pantauan VN, pada pukul 9.00 Wita, Warnet Jariel sudah kesulitan melayani calon peserta didik baru.

Tampak orangtua ikut masuk ke dalam ruangan Warnet Jariel dan berdesakan dengan calon peserta didik baru lain. Orangtua tampak saling rebutan kesemapatan untuk menggunakan komputerb dan internet untuk mendaftar anak-anaknya. Akibatnya, tak ada lagi saling jaga jarak di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu orang tua siswa Erni Manek yang berasal dari desa Naitimu Kecamatan Tasifeto Barat Halilulik mendaftar di Warnet Jariel karena tidak tahu cara mengakses website PPDB milik Pemprov NTT. Ia juga mengaku baru mendapatkan link pendaftaran pada hari Minggu kemarin.

“Daftar di warnet lebih gampang Pak. Kalau daftar melalui link website anak saya kurang paham. Selain itu, link website yang kami peroleh itu umum sehingga kami memilih datang ke warnet,” ujarnya.

Ia mengatakan semua anaknya bersekolah di SMKN 1 Atambua sehingga ia berharap anak bungsunya bisa terdaftar di sekolah yang sama jurusan akuntansi.

Orangtua lain, Antonius Moensaku asal Kuneru, Kelurahan Manumutin mengaku tidak mau repot dan memilih mendaftarkan anaknya di Warnet Jariel dengan membayar Rp 25.000.

Ia mengaku hanya petani biasa dan tidak tahu cara mendaftar melalui android dan internet.

Ia ingin mendaftarkan anaknya ke SMKN 1 mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan(TKJ).

Sementara Saverius Edi pemilik Warnet Jariel mengatakan banyak orangtua dan siswa datang ke warnet miliknya karena tidak tahu bagaimana cara mendaftar secara online. Menurutnya, pihak dinas pendidikan belum maksimal melakukan sosialisasi soal dokumen yang dibutuhkan dan cara mendaftar sehingga banyak masyarakat yang tidah tahu apa yang harus dilakukan saat mendaftar secraa online.

Selain itu, banyak calon peserta didik baru datang dari kampung atau desa yang tidak memiliki akses internet sehingga memilih mendaftar di warnet miliknya.

“Membludaknya calon peserta didik baru yang mau mendaftar karena banyak yang baru tahu kalau hari ini akan diadakan pendaftaran sehingga CPDB itu kurang persiapan. Jadi, kami juga kesulitan jika pelamar CPDB datang pada saat jam semua orang mengakses website. Bahkan CPDB belum siapkan berkas yang dibutuhkan untuk diupload ke website sekolah-sekolah tujuan mereka,” ujarnya.

Ia mengatakan jumlah komputer di warnet miliknya juga terbatas. Hanya ada lima komputer dan empat karyawan yang membantu melayani pendafataran. Hingga pukul 10.00 Wita pihaknya sudah melayani 100 lebih CPDB.

Mariana Renci Tabesi sala satu CPDB mengatakan memilih mendaftar lewat petugas warnet karena belum pernah mengakses link pendaftaran dan memudahkannya saat mendaftar. Ia memilih SMKAN 1 jurusan pemasaran karena jurusan lainnya sudah penuh. (bev/ol)

Leave a Comment