Program 100 Hari Kerja Beri Warna Baru bagi Kota Kefamenanu

Bupati TTU didampingi, Wakil Bupati, Penjabat Sekda dan Kadis Kominfo, saat menggelar konferensi pers di Hotel Victory Kefamenanu.

Gusty Amsikan

 

Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT, Juandi David, menyebut program 100 hari pertama Bupati dan Wakil Bupati TTU memberi warna baru dalam pembangunan khususnya tata kota di Kota Kefamenanu, Ibukota Kabupaten TTU. Program yang terlaksana tanpa membebani APBD itu berhasil membuat Kota Kefamenanu terlihat lebih indah, menarik,  simpatik, bersih dan memiliki daya saing tersendiri.

Hal tersebut disampaikan Bupati TTU, Juandi David, dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Victory Kefamenanu, Senin (14/6), didampingi Wakil Bupati Eusabius Binsasi, Penjabat Sekda, Fransiskus Fay dan Kepala Dinas Kominfo, Kristoforus Ukat.

Bupati David mengatakan program 100 hari pertama Bupati dan Wakil Bupati TTU dilaksanakan sejak 26 Februari 2021 dan berakhir pada 10 Juni 2021. Walaupun dalam proses Pilkada yang lalu, Bupati dan Wakil Bupati TTU mengusung tagline ‘Desa Sejahtera’, namun pada 100 hari kerja pertama, ia bersama wakil bupati mensponsori penataan kota Kefamenanu sebagai pusat Ibukota Kabupaten TTU. Hal tersebut dilakukan agar kota kefamenanu terlihat lebih indah dan menarik, lebih simpatik, bersih, dan memiliki daya saing tersendiri bagi setiap orang yang datang ke Kefamenanu.

Menurut David, program 100 hari pertama dilakukan mengingat dokumen RPJMD sebagai terjemahan atas janji politik Bupati dan Wakil Bupati TTU masih dalam proses penyusunan untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah. Hal itu sebagai bentuk dukungan prasyarat pembangunan untuk periode lima tahun ke depan.
Rencana program dan kegiatan yang telah ditetapkan dengan peraturan daerah tentang APBD tahun 2021, tetap dilaksanakan hingga pertengahan anggaran tahun 2021. Pihaknya akan melakukan penyesuaian dan perubahan guna menampung beberapa program dan kegiatan yang akan ditetapkan di dalam RPJMD tahun 2021-2026.

“Program 100 hari pertama ini adalah kegiatan yang tidak menggunakan APBD, karena Bupati dan Wakil Bupati baru dilantik oada 26 Februari 2021, sementara penetapan APBD 2021 sudah terjadi pada 1 Januari 2021, sehingga program 100 hari pertama ini tidak termasuk dalam APBD. Pelaksanaan program 100 hari pertama ini merupakan upaya-upaya bupati dan wakil bupati melibatkan media massa, pihak-pihak lain seperti pengusaha, teman-teman birokrat, BUMN dan BUMD, dengan semua pihak sehingga pelaksanaanya bisa berjalan dengan baik,”jelasnya.

Menurut Juandi, masyarakat tentu senang dengan terobosan-terobosan yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati dalam program 100 hari pertama. Walaupun program tersebut tidak sempurna, namun memberikan nilai tambah tersendiri bagi masyarakat terutama dalam pembenahan kota. Program 100 hari pertama tersebut  terlaksana dengan swadaya  semua komponen yang ada di Kefamenanu.

Selain program penataan kota, Bupati dan Wakil Bupati TTU juga menyelesaikan sejumlah persoalan yang dialami masyarakat dalam 100 hari pertama mereka. Salah satunya adalah menerbitkan 1.145 sertifikat tanah bagi masyarakat di wilayah SP 1 dan SP 2 di Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, yang bermasalah sejak tahun 2001 lalu. Bupati dan Wakil Bupati TTU juga mengaktifkan kembali Posco Covid-19 di sejumlah titik Kabupaten TTU.(Yan/ol)

Leave a Comment