Protokol Kesehatan di Pasar masih Dilanggar

Putra Bali Mula

 

Kesadaran masyarakat khususnya pengunjung maupun penjual di beberapa padar tradisional di Kota Kupang terhadap protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 ini masih rendah.

Pantauan VN di beberapa pasar yang ada di Kota Kupang seperti Pasar Oeba dan Pasar Oebobo pada Sabtu (10/7) mendapati hal ini.

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro ini, aktivitas pasar tampak lebih stabil seperti masa sebelumnya.

Beberapa penjual kepada VN mengaku beberapa kali ada petugas yang sering memantau penerapan protokol kesehatan terutama penggunaan masker. Operasi dari para petugas dilakukan secara acak.

Namun begitu saat tidak adanya pengawasan dari petugas maka aktivitas pasar kembali melanggar protokol kesehatan.

Pasar Oeba misalnya, para penjual yang juga berasal dari luar wilayah Kota Kupang tidak menggunakan masker saat berdagang. Selain itu jumlah ketersediaan air untuk mencuci tangan tidak tampak.

“Orang kebanyakan pakai motor, beli langsung jalan,” tukas salah satu pedagang pisang bernama David.

Menurut dia untuk jarak aman antara pedagang sendiri telah diatur sesuai ukuran lapak yang dapat mencapai satu meter. Namun, diakuinya ada pembeli juga yang tidak menggunakan masker dan tidak mungkin ia tolak saat datang ke lapaknya.

Situasi serupa juga ditemukan di Pasar Oebobo pada hari yang sama. Meskipun jumlah kunjungan pembeli tidak seramai orang yang datang di Pasar Oeba tetapi para penjualnya juga ada yang tidak menggunakan masker. (Yan/ol)

Leave a Comment