PTM Terbatas di Kota Kupang terus Dievaluasi

Dumuliahi Djami Kadis P dan K Kota Kupang

Sinta Tapobali

Pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) di Kota Kupang dilaksanakan sejak 20 September 2021. PTM terbatas ini diikuti siswa SD kelas I dan V dan juga siswa SMP kelas VII dan VIII dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus melakukan evaluasi untuk memantau perkembangan PTM tersebut.

Demikian dikatakan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, Selasa 28 September 2021.

“Kita evaluasi dulu, kita mau lanjutkan dengan kelas berapa, yang jelas mungkin nanti kita akan lanjutkan dengan kelas II dan VI, tapi belum, nanti kita evaluasi dulu dan akan kita undang para Kepala Sekolah untuk pelaksanaannya,” ujar dia.

Dumul Djami mengatakan, dari hasil pemantauan ke beberapa sekolah yang melakukan PTM terbatas, penerapan protokol kesehatan dilakukan secara baik. Ini merupakan hasil kolaborasi orang tua siswa dengan para guru di sekolah sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.

Apabila semua syarat dipatuhi secara baik, maka akan dievaluasi lagi agar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bisa berlaku untuk semua kelas.

Diakuinya bahwa saat ini proses kegiatan belajar mengajar masih menggunakan metode blended learning artinya sebagian secara tatap muka sebagian lagi mengikuti pembelajaran secara virtual dari rumah.

Apabila dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas ditemukan ada kasus positif Covid-19 pada peserta didik atau ada sekolah yang kedapatan melanggar ketentuan yang berlaku, maka dipastikan seluruh kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah di Kota Kupang akan dihentikan.

Ia berharap agar semua Sekolah di Kota Kupang dapat menjalankan pembelajaran tatap muka sesuai ketentuan yang telah diatur. Penerapan protokol kesehatan wajib dilaksanakan pihak sekolah untuk mencegah klaster penyebaran di lingkungan sekolah.

Penerapan prokes selama PTM terbatas, kata dia, dimulai sejak siswa masuk sekolah dengan pengukuran suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak saat berada dalam ruangan kelas serta tetap menggunakan masker selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Penerapan Prokes selama PTM berlangsung terus dipantau. (Yan/ol)

Leave a Comment