Rajin Olahraga dan Konsumsi Vitamin Hadapi Fenomena Juli Yang Dingin

Putra Bali Mula

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan dan imbauan terkait kondisi dingin yang akan terjadi pada bulam Juli yang terjadi dari malam hingga pagi hari.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi dalam pesannya melalui VN, Minggu (18/7) menyebut masyarakat tidak perlu panik karena ini adalah sesuatu yang normal terjadi pada saat musim kemarau.

Namun, BMKG menyarankan agar masyarakat mengkonsumsi vitamin dan konsisten berolahraga menghadapi kondisi alam yang terjadi di tengah pandemi ini.

Ia menjelaskan di bulan Juli wilayah Australia ada di periode musim dingin dan posisi matahari masih berada di BBU (Belahan Bumi Utara).

Tekanan udara di Australia lebih tinggi, papar Agung, dan hal ini menyebabkan massa udara dingin dan kering dari Australia bergerak menuju ke BBU.

“Sehingga wilayah di bagian selatan Indonesia termasuk NTT menjadi terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari,” jelas Agung lebih lanjut.

Himbauan untuk masyarakat mengadapi ini di masa adalah dengan makan makanan yang bergizi, kurangi aktifitas, tidur yang cukup, perbanyak minum vitamin dan jangan lupa berolahraga.

Ia juga menjelaskan, pada malam hari di musim kemarau bumi tidak menerima radiasi matahari sebagai sumber panas namun bumi melepaskan panas ke angkasa pada malam hari.

“Energi yang menghangatkan permukaan bumi adalah energi yang berasal dari gelombang panjang yang dipancarkan,” kata Agung.

Demikian apabila kondisi langit berawan maka energi yang dipancarkan menuju angkasa sebagian akan dipantulkan kembali ke bumi, apalagi bila tidak ada awan maka energi yang dipancarkan bumi akan lepas ke angkasa sehingga suhu udara akan semakin dingin. (bev/ol)

Leave a Comment