Randy Adu: Berkarya sesuai Jati Diri

Randy Adnan Adu (Pemeran Susi Rara dalam grup komedi Kaboax)

Pemeran Susi Rara di grup komedi Kaboax, Randy Adnan Adu, meyakini satu hal dalam karya hidupnya. Ia yakin Tuhan berkarya dengan sempurna dalam hidup manusia karena manusia diciptakan baik adanya.

Pria ini berusia 30 tahun ini, lahir di Kupang, 13 April 1991 dan sepanjang itu telah mengecap berbagai pengalaman dan karier.

Menurut dia, sangat penting berkarya apa adanya sesuai jati diri karena setiap orang diciptakan oleh Tuhan yang sempurna.

“Berkaryalah sesuai jati diri kalian. Jangan insecure dengan diri kalian karena Tuhan menciptakan manusia, Tuhan menciptakan semua orang sempurna adanya,” kata dia.

Tentu saja semua itu, kata dia, perlu kerja keras dan dedikasi yang terbaik dalam setiap karya yang dijajaki.

“Bagaimana kita menampilkan yang terbaik. Orang tidak menerima ya okey, yang menerima kita syukuri karena pasti tidak semua karya itu disukai tapi kita syukuri apa yang ada,” jawab dia saat dihubungi VN, Sabtu (29/5).

Kaboax sendiri adalah sebuah situasi komedi dengan bahasa lokal yang ditayangkan di YouTube. Channel YouTube Kaboax memang populer dan telah mendulang banyak penggemar. Ia dari awal telah bergabung dengan grup itu semenjak dibentuk. Pada November 2019, ia merintis karier bersama Kaboax.

“Puji Tuhan lancar dengan baik sampai sekarang,” ungkap pemilik akun instagram @randyadnanadumanafe ini.

Sebelum bergabung dengan Kaboax ia adalah ahli rias artis di salah satu weeding organizer. Ia membagi waktu saat bergabung dengan Kaboax. Beberapa permintaan untuk menata riasan juga masih ia sanggupi saat ini meskipun tidak lagi intens seperti kali lalu.

“Karena 80 persen saat ini murni untuk Kaboax,” ungkapnya.

Obati Kerinduan

 

Ada pesan dan tujuan dalam perannya di Kaboax. Susi Rara adalah representasi dari secuil potret kehidupan di Kota Kupang. Ia ada untuk menghibur dan banyak sekali harapan yang ingin dibagikannya kepada masyarakat.

“Cintailah komedi NTT agar kita bisa menghibur semakin baik lagi,” kata dia.

Orang-orang asli NTT yang merantau dan belum dapat kembali ke NTT khususnya Kota Kupang, kata dia, diharapkan dapat terobati dengan komedi yang disuguhi.

“Yang rindu rumah, rindu keluarga, rasa rindu mereka dapat terobati sedikit. Bahasa Kupang Kota Kupangnya, mama-mama Kupang gitu, ini real kehidupan asli orang Kupang,” tambah dia.

Totalitas peran perlu dihadirkan, menurut dia. Untuk itu ia mendalami perannya sebagai Susi Rara di setiap konten Kaboax sebaik mungkin. Tentunya akan berbeda dengan kehidupan nyata khususnya soal penampilan. Misalnya, rambut palsu hanya ia gunakan saat membuat konten-konten itu.

Penerimaan masyarakat sendiri lama kelamaan makin baik tidak sama seperti awal dirinya tampil di Kaboax.

“Semakin ke sini, puji Tuhan semakin diterima,” tutupnya. (Putra Bali Mula/Yan/ol)

Leave a Comment