Ratusan Anggota FKPTT Terima Piagam Penghargaan dan Pin Bela Negara

Mayjen TNI Nugroho Budi Sulistyo menyalami salah satu anggota FKPTT. Keduanya pernah bersama-sama bertugas di Timor Timur.

Gusty Amsikan

 


Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, memberikan Piagam Penghargaan dan Pin Bela Negara kepada 631 anggota Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur (FKPTT). Penghargaan itu diberikan langsung oleh Staf Ahli Bidang Politik Kementerian Pertahanan Republik Indonesi (RI), Mayjen TNI Nugroho Budi Sulistyo.

Kegiatan digelar di Aula Biinmaffo, Kamis (24/6), dihadiri, Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Fay, Kasubdit Lingkim Direktorat Bela Negara, Kolonel Inf Ferry Trisna Putra, Kolonel Inf Achmad Indra, Wadan Lantamal VII Kupang, Kolonel Marinir Djentaju Supri Handoko, Kasi Ops Korem 161/WS, Letkol Inf Horas Sitinjak, Dandim 1618/TTU, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat, Letkol Arm. Andang Radianto, Ketua DPP FKPTT, Euorico Guteres dan serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Mayjen TNI Nugroho Budi Sulistyo, mengatakan kegiatan hari ini merupakan momentum untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan bela negara, khususnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang pernah berjuang dan rela mengikuti Indonesia.

Menurut Mayjen Nugroho, penghargaan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk memberi perhatian kepada warga negaranya yang telah berkorban demi membela bangsa dan negara, serta rela meninggalkan semua yang dimiliki.

Ia menambahkan, piagam penghargaan yang telah diterima diharapkan membawa samangat serta menumbuhkan rasa kecintaan dan nasionalisme. Selain itu, semangat dan kontribusinya bagi negara yang pernah ditorehkan paling tidak dapat memberi inspirasi bagi generasi penerus.

Sementara, Bupati TTU Juandi David, dalam sambutannya yang dibacakan Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Fay, menyatakan, kegiatan pembekalan bela negara bagi para penerima penghargaan patriot bela negara merupakan tekad, sikap, dan perilaku warga negara yang dilakukan secara teratur, menyeluruh dan terpadu serta dijiwai kecintaan kepada NKRI dan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Menurut Juandi, bangsa ini bisa tegak sebagai negara bangsa yang berdaulat tidak terlepas dari perjuangan seluruh kekuatan rakyat, mulai dari petani, pedagang kecil, nelayan dan elemen rakyat lainnya untuk membela tanah air. Untuk itu, setiap warga negara mempunyai kewajiban yang sama dalam hal bela negara sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air.

Ia berharap kepada semua elemen yang hadir terutama para anggota Korps bela negara agar memaknai panggilan ini sebagai panggilan bela negara.

Ketua DPP FKPTT, Euorico Guteres, mengatakan untuk menghindari terjadinya kerumunan pada saat pelaksanaan penyerahan piagam penghargaan dan pin bela negara, maka dilakukan secara simbolis di Halaman Kantor Bupati TTU, pihaknya melalui panitia kegiatan, telah membaginya dalam 2 kelompok.

“Kita batasi sehingga nanti hadir itu ada 300 orang, 150 langsung ikut pembekalan, sedangkan 150 lainnya mengikuti upacara penyerahan di kantor Bupati,” jelasnya. (Yan/ol)

Leave a Comment