Ratusan Perusahan di Mabar Belum Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Ahli Waris saat menerima klaim dari BPJS Ketenagakerjaan Manggarai Barat. Foto: Gerasimos/VN
Ahli Waris saat menerima klaim dari BPJS Ketenagakerjaan Manggarai Barat. Foto: Gerasimos/VN

 

Gerasimos Satria

Hingga pertengahan tahun 2021, ratusan perusahaan di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) belum mendaftarkan karyawannya menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Padahal, perusahan wajib memberikan perlindungan bagi tenaga kerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mabar Adi Nugraha, Senin (7/6) mengatakan hingga saat ini baru 9.300 orang pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan ribuan pekerja lain belum terdaftar.

Dia menjelaskan program BPJS Ketenagakerjaan merupakan program wajib yang diikuti pemberi kerja dan tenaga kerja, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial serta Peraturan Pemerintah nomor 86 tahun 2013 tentang Pengenaan Sanksi Administrasi.

Ia mengatakan saat baru 365 perusahaan yang terdaftar sementara perusahaan kecil seperti Rumah Toko (Ruko) belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, selama ini pihaknya sudah berupaya melakukan sosialiasinbaik pada perusahaan maupun pekerja. Namun, hasilnya belum maksimal.

Dia memastikan ratusan toko di kawasan Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Mabar belum terdaftar pada program BPJS Ketenagakerjaan. Ke depan, pihaknya mendorong agar seluruh perusahaan di Labuan Bajo mengikutsertakan karyawannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk meningkatkan partisipasi dan kepatuhan pemberi kerja selain penyelenggara negara dalam penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan telah ditetapkan Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 57 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Kepada Pemberi Kerja di Kabupaten Mabar.

Ke depan, perusahan yang ingin menerbitkan surat perizinan usaha di wilayah Kabupaten Mabar harus memiliki sertifikat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami berharap bagi semua bidang usaha baik toko, perusahaan industri pariwisata, Yayasan, sekolah dan lain -lain dapat segera mendaftarakan dirinya dan tenaga kerjanya pada Program BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manggarai Barat,” ucap Adi.

Adi merincikan untuk produk BPJS Ketenagakerjaan ada empat di antaranya Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun.

Ia mendorong pemerintah kabupaten berperan aktif mensukseskan program BPJS Ketenagakerjaan baik itu kepada pekerja di sektor formal, sektor informal maupun sektor jasa konstruksi di daerah tersebut.

Ia mengatakan salah satu manfaat dalam keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan adalah ahli waris atau anak peserta mendapatkan beasiswa pendidikan penuh hingga selesai apabila peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja.BPJS Ketenagakerjaan sangatlah mudah dengan cara mendatangi langsung kantor BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Mabar dengan membawa persyaratan foto copy KTP elektronok dengan iuran terendah Rp 16.000 per bulan.

Sementara Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi meminta BPJS  Ketenagakerjaan Kabupaten Mabar memberikan pelayanan publik yang tidak mempersulit peserta.

Ia ingin BPJS Ketenagakerjaan memberikan pelayanan terbaik dengan menciptakan suasana dan kondisi agar peserta dapat berurusan dengan senang dan tersenyum.

Endi mendorong BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Mabar gencar melakukan sosialisasi terkait manfaat yang akan didapatkan anggota.

“Saya mendorong BPJS Ketenagakerjaan sosialisai yang lebih intens kepada masyarakat terutama kepada perusahaan baik daerah maupun swasta yang ada di wilayah Labuan Bajo,”ujar Endi. (bev/ol)

Leave a Comment