Realisasi DAK Fisik NTT Baru Rp182 Miliar

Ilustrasi

Kekson Salukh

 

REALISASI penggunaan APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik TA 2021 untuk 23 pemerintah daerah di Provinsi NTT hingga 30 Juni 2021 baru mencapai Rp182,33 miliar (6,28 persen) dari total PAGU Rp2.902.026.019.000. Bahkan ada enam pemerintah daerah yang belum menggunakan sama sekali.

Fakta itu terungkap dalam Rilis Capaian dan Kinerja APBN dalam wilayah Provinsi NTT Tri Wulan II Tahun 2021 yang digelar Kementerian Keuangan RI melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT di Kupang, pada Rabu (28/7) lalu.

“Realisasinya sampai 30 Juni 2021 baru mencapai Rp182,33 miliar atau 6,28 persen dari Pagu yang ada (Rp2.902.026.019.000),” ungkap Kakanwil DJPb Bali sekaligus Plt Kakanwil DJPb NTT Tri Budhianto.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Bali Nusa Tenggara Belis Siswanto, Plt. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bali, NTB, dan NTT I Made Wijaya, serta Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Bali Nusa Tenggara, Anugrah Komara.

Ia menyebutkan, alokasi DAK Fisik 2021 Provinsi NTT sebetulnya ada naik sebesar 4,9 persen dari tahun 2020 atau setara dengan Rp135,5 miliar.

Alokasi DAK Fisik 2021 sebesar Rp2.902.026 triliun tersebut, lanjut Tri Budhianto, dikelompokkan atas DAK Fisik penugasan sebesar Rp874.71 miliar dan DAK Reguler sebesar Rp2.027,31 miliar.

“Pagu sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 untuk provinsi NTT, dan 22 Kabupaten/Kota totalnya Rp2.902.026.019.000. Rencana kegiatan Rp2.901.586.416.846, dan kontrak yang telah disetujui Pemda Rp 737.493.639.658,” bebernya.

Untuk itu, ia mendesak Pemerintah Provinsi maupun pemerintah 22 kabupaten/kota di NTT mengambil langkah-langkah taktis guna mempercepat proses penyerapan DAK Fisik tahun 2021.

Untuk diketahui, DAK-Fisik adalah dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah untuk membantu mendanai Kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

DAK Fisik Reguler, diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan pelayanan dasar dan pemerataan ekonomi. DAK Fisik Penugasan untuk mendukung pencapaian prioritas nasional yang menjadi kewenangan daerah dengan lingkup kegiatan spesifik dan lokasi prioritas tertentu.

Sedangkan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Bali Nusa Tenggara Anugrah Komara menambahkan, target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pengelolaan Barang Milik Negara tahun 2021 di NTT Rp5.600 miliar. Namun, realisasinya Rp4.377.949.453 atau 78,18 persen.

Sedangkan target PNBP dari pengurusan piutang negara Rp18 miliar dan realisasi Rp4.731 miliar atau 26.29 persen, dan Target PNBP dari pelayanan lelang Rp6.988 miliar dan realisasi Rp4.312 miliar atau 61,71 persen.

“Total penerimaan negara dari pengelolaan kekayaan negara dan lelang Rp8.695.069.223 miliar atau 68,98 persen dari target Rp12.606 miliar,” bebernya. (ari/yan/ol)

Leave a Comment