Realistis, Target PAD NTT 2022 Turun

Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing

Putra Bali Mula

 

Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, membenarkan Pendapat Asli Daerah (PAD) untuk anggaran murni tahun 2022 turun dibandingkan dengan PAD dalam anggaran murni 2021.

“Kalau dibandingkan dengan anggaran murni 2021 maka PAD tahun 2022 ini turun, tapi kalau dibandingkan dengan anggaran perubahan ada kenaikan sedikit. Ya, situasinya seperti ini,” tukasnya usai sidang paripurna DPRD NTT, Kamis (25/11).

Untuk diketahui PAD NTT pada APBD murni 2021 sekitar Rp 2 triliun. Namun karena pencapaian target yang rendah Pemprov NTT mengusulkan penurunan target PAD dalam APBD Perubahan 2021 sekitar Rp 300 miliar sehingga menjadi sekitar Rp 1,6 triliun.

Sementara dalam paripurna Maria Nuban Saku mewakili Badan Anggaran (Banggar) dalam sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna, juga melaporkan ini dan disetujui DPRD NTT.

Maria Nuban Saku dalam bacaannya menyampaikan, setelah mencermati capaian realisasi PAD pada Tahun Anggaran 2021 sampai dengan bulan November dari target sebesar Rp1,6 Triliun baru mencapai di bawah 50 persen.

“Untuk itu Badan Anggaran meminta kepada Pemerintah Daerah agar memastikan pencapaian realisasi PAD Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp.1.887.614.351.546,” ulasnya.

Untuk itu perlu dibuatkan skema penagihan dan melakukan upaya-upaya kebaruan yang dapat memungkinkan pencapaian realisasi terhadap target PAD tahun 2022.

“Juga dengan meningkatkan kapasitas Badan Pendapatan dan Aset Daerah melalui penambahan tenaga operasional pada UPT-UPT, biaya operasional dan fasilitas kerja yang memadai,” kata dia.

Badan Anggaran juga pada kesempatan itu merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan revitalisasi SAMSAT Online guna mendukung peningkatan PAD di masa mendatang.

(Yan/ol)

 

 

 

Leave a Comment