Reka Ulang 105 Adegan, Tinus Terancam Hukuman Mati

Tersangka Tinus saat melakukan reka adegan pembunuhan NW. Foto: Yapi/VN
Tersangka Tinus saat melakukan reka adegan pembunuhan NW. Foto: Yapi/VN

 

Yapi Manuleus

Yustinus Tanaem (41) pelaku pemerkosaan dan pembunuhan NW (19), gadis asal Desa Noelmina Kabupaten Kupang yang ditemukan tak bernyawa di RT 08 Desa Batakte beberapa hari lalu melakukan 105 reka adegan Jumat, (28/5).

Reka adegan dimulai di Jalan Frans Seda, Kota Kupang tempat korban dijemput oleh Tinus menggunakan motor dan berakhir di TKP, Desa Batakte.

Pelaku beralasan akan mengambil raport anaknya dan membawa korban ke TKP lalu memaksa korban untuk melakukan hubungan intim dengannya.

Korban menolak meski dipaksa berkali-kali. Karena geram, Tinus mengambil pisau dan menikam korban sebanyak dua kali di bagian leher. Meski sudah tak bernyawa, Tinus masih memperkosa korban dan meninggalkan korban begitu saja hingga ditemukan warga.

Dalam reka adegan korban dan pelaku masih sempat saling merebut pisau. Sayang, pelaku berhasil mendapatkan pisau terlebih dahulu lalu membunuh korban.

“Dia sempat bilang Om jangan! Saya hanya mau datang cari kerja,” ujar Tinus meniru ungkapan korban saat itu.

Tinus mengaku usai membunuh korban ia masih sempat membersihkan diri di kali mati dekat TKP lalu meninggalkan korban.

   Tersangka Tinus masih sempat membersihkan diri usai membunuh korban. Foto: TYapi/VN


Tersangka Tinus masih sempat membersihkan diri usai membunuh korban. Foto: Yapi/VN

Pantauan VN, reka adegan berlangsung dramatis. Setiap adegan membuat ratusan warga yang ikut menyaksikannya marah dan geram. Berkali-kali warga mengeluarkan kata makian dan kemarahan mereka pada Tinus karena miris dengan tindakan Tinus yang tak manusiawi.

Kapolres Kupang AKBP. Aldinan Manurung yang ikut langsung dalam proses rekonstruksi tersebut mengatakan usai melakukan aksinya, tersangka juga mengambil barang-barang yang dimiliki oleh korban NW.

Ia menegaskan pihaknya kaan memberi sanksi berat berupa hukuman mati kepada Tinus.

“Yang bersangkutan akan kita berikan sanksi yang paling berat. Sanksi hukuman mati yakni pasal 338 dan 340. Setiap proses penyidikan sampai ke persidangan akan kita kawal. Sampai yang bersangkutan dapatkan hukuman mati,” tegasnya. (bev/oL)

Leave a Comment