Revitalisasi Posyandu dalam Pencegahan Stunting harus Dilakukan

Koordinator Bengkel APPeK, Vinsen Buren

Sinta Tapobali

 

Pelayanan utama yang diberikan di Posyandu sangat erat kaitannya dengan 1000 HPK yaitu mencakup Kesehatan Ibu dan Anak baik ibu hamil, ibu nifas dan menyusui, bayi dan anak balita.

Keberadaan Posyandu merupakan salah satu elemen yang bersentuhan langsung dalam penanganan stunting. Untuk itu perlu adanya revitalisasi dan restorasi posyandu guna mendukung upaya penanganan stunting.

Hal ini disampaikan Koordinator Bengkel Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung (APPek) NTT, Vinsen Bureni, Selasa (12/10) siang.

“Perlu restorasi dan revitalisasi Posyandu agar lebih dekat dan fokus pada pelayanan stunting. Posyandu itu tidak sekadar memberi makan orang lalu selesai tapi bagaimana agar orang selalu sehat ke depannya itu yang harus dipikirkan,” ujar Vinsen.

Dijelaskan bahwa bengkel APPek telah konsen dalam upaya penanganan stunting. Saat ini kelanjutannya adalah memperhatikan persoalan sensitif dan spesifik yakni pelayanan ibu hamil nol bulan hingga 1000 hari pertama kehidupan (HPH).

Pelayanan sensitif itu seperti Posyandu harus mendorong masyarakat untuk bertani, berkebun dan mengonsumsi makanan bergizi.

“Sekarang mau bicara soal upaya pencegahan stunting, tidak lagi dengan program khusus tapi terintegrasi dalam setiap gerakan program yang ada. Dorongan menanam sayuran, buah, kemudian konsumsi makanan bergizi, sayur, buah-buahan,” katanya.

Upaya penanganan stunting menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mencegah gagal tumbuh pada anak balita di seribu hari pertama kehidupan. Stunting diyakini sebagai suatu persoalan yang benar-benar mencemaskan karena berpengaruh pada tumbuh kembang anak terutama kecerdasannya.

“Stunting sangat berisiko terhadap kecerdasan dan kesehatan anak di masa depan. Stunting akan menghambat pertumbuhan fisik dan rentan terhadap penyakit serta berpengaruh pada kecerdasan dan kreativitas anak pada masa yang akan datang,” tambah Vinsen lagi.

Oleh karena itu upaya penanganan stunting harus gencar dilakukan secara bersama-sama melalui program lintas sektor. (Yan/ol)

Leave a Comment