Ribbon dan Film Habis, Pelayanan di Kantor Dukcapil Tutup Sementara

Rafael L Pura

 

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Kupang, menutup sementara pelayan administrasi kependudukan sampai batas waktu yang belum ditentukan, karena kehabisan Ribbon dan film e-KTP. Butuh anggaran sebesar Rp 500 juta menangani persoalan ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dukcapil Kota Kupang, Agus Ririmase kepada wartawan selasa (13/7) berharap, Pemerintah Kota melalui tim TPAD segera menyikapi persoalan ini. Ririmase mengaku telah mengusulkan anggarannya namun tidak ditindaklanjuti.

“Kita harus jujur, ribbon dan e-KTP habis total, sehinga tidak bisa cetak KTP. Untuk itu, pelayanan adminitrasi kepada masyarakat dihentikan sementara mulai hari ini (kemarin),” katanya.

Ririmase mengaku memiliki beban moril kepada warga Kota, karena kehabisan ribbon dan Blanko e-KTP di tengah desakan kebutuhan masyarakat, apalagi memasuki masa pendaftaran CPNS, PPPK serta pendaftaran masuk kuliah dan kepentingan lainnya.

Ririmase mengaku telah mengantisipasi kehabisan ribbon dan film itu. Dalam Rapat Badan Anggaran di DPRD Kota Kupang kemarin, Ririmase sudah memprediksi pelayanan e-KTP dihentikan, apabila TPAD tidak menyediakan anggaran untuk pengadaan ribbon dan film itu.

Ririmase meminta perhatian tim TPAD Kota Kupang bersama-sama mencari solusi. Bila memungkinkan, bisa menggunakan anggaran mendahului untuk mendatangkan ribbon dan film tesebut, agar pelayanan kepada warga Kota tidak terhambat.

Kata Ririmase, butuh anggaran sebesar Rp 500 juta untuk pengadaan alat tersebut, namun besaran anggaran itu pun, hanya bisa mengakomodir kebutuhan e-KTP warga Kota Kupang hingga Desember 2021.

Anggaran di dinas Dukcapil tidak memungkinkan untuk mendatangkan alat itu. Anggaran di Dukcapil sendiri sudah direfocusing untuk penanganan covid-.19.

“Ini bukan sesuatu yang disengajakan. Niat kami mau membantu dan menolong warga Kota. Tidak ada niat bikin susah orang. Apalagi saya paling keras dalam hal pelayanan. saya sudah tegas ke staf, agar melayani siapa saja dengan baik, sepanjang memenuhi persyaratan. Itu juga sesuai permintaan Wali Kota kepada saya,” katanya.

Ketua Komisi I DPRD kota Kupang Yuvens Tukung mengaku prihatin dengan persolan di Dukcapil. Yuvens mengaku telah menyampaikan hal itu dan menjadi catatan komisi ke tim TPAD di sidang paripurna namun tidak ditindaklanjuti.

Situasi itu, sebut Yuvens, seharusnya tidak terjadi apabila Pemerintah Kota pekah terhadap persoalan rakyat. Apalagi masyarakat saat ini sangat membutuhkan KTK untuk kepentingan tes CPNS, masuk sekolah, Kuliah dan kepentingan lainnya.

Yuvens beharap, Wali Kota dan tim TPAD segera menyikapi persoalan ini. Yuvens juga mendukung Dukcapil menggunakan anggaran mendahului mengingat persoalan itu sudah sangat mendesak. (Yan/ol)

Leave a Comment