Richard Odja Bantu Pedagang Kuliner Terdampak Covid-19

Rafael L Pura

Anggota DPRD Kota Kupang Richard Odja bersama istrinya Jacqlyne membagikan sembako kepada para pedagang kuliner malam di sepanjang jalan Soeharto dan Soedirman, sabtu (17/7). Bantuan itu sebagai bentuk keprihatinan kepada para pedagang di tengah keterpurukan pendapatan mereka akibat covid-19.

Selain membagikan sembako, Richard Odja sekaligus mensosialisakan Prokes dan Surat Edaran Wali Kota Kupang tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Richard Odja berharap, bantuan itu dapat meringankan beban ekonomi mereka.

Senyum Ias Saduk, penjual Nabas di Pasar Naikoten merekah saat disambangi Richard Odja di lapak jualannya. Ia yang sedari tadi menunggu pembeli bergegas menyambutnya.

Ia keget dikujungi malam-malam oleh Richard Odja. Ia lantas menerima bingkisan sembako dari Richard Odja dan istrinya. Ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Ia memang mengharapkan bantuan itu, ditengah pendapatannya yang terpuruk.

“Bersyukur ada yang membantu disaat susah, terima kasih,” katanya.

Ias Sadukh merupakan kaum urban yang datang ke Kota Kupang puluhan tahun silam. Ia baru mengalami masa paling sulit selama hidup di Kota Kupang. Masa sulit itu juga membuatnya harus memendam mimpinya melanjutkan kuliah anak laki-lakinya, yang baru lulus SMA tahun lalu.

Ias Saduk bertekad akan kembali meneruskan pendidikan anaknya saat covid-19 ini usai, saat situasi kembali normal dan dagangannya kembali laris.

Sebelum covid-19 merebak, penghasilannya mencapai Rp 500 ribuh per hari, kini menurun tajam hanya sekitaran Rp 100 ribu. Penghasilannya itu, diakuinya hanya sekedar mengembalikan modal.

“Untungnya sedikit. Syukur-syukur bisa kembali modal,” ujarnya.

Nasib serupa juga dialami Viktor Bata, penjual Melon. Ia terpaksa menjual buah itu dengan harga standar untuk menutup kerugiannya alias kembali modal.

Satu melon, yang seharusnya dijual dengan harga Rp 30-40 ribu, terpaksanya dilepasnya dengan Rp 15.000 saja, harga yang sama yang dibelinya dari Rote.

“Kalau tidak jual begitu, buah jadinya busuk. Saya yang rugi. Jadi jual saja dengan Rp 15.000 hanya untuk kembali modal,” katanya.

Ia juga beryukur bisa menerima bantuan dari Richard Odja. Richard Odja juga langsung membeli dagangannya usai penyerahan sembako.

Richard juga membagikan masker kepada siapa saja, apabila dijumpainya tidak mengenakan masker. Dalam aksi itu, Richard dibantu relawannya R2 (Relawan Richard) turut hadir juga Kapolsek Oebobo.

Panggilan Nurani

Richard Odja mengatakan, penyebaran covid-19 benar-benar memukul para pedagang. Penghasilan merosot tajam. Kondisi itu yang mendorongnya turun langsung menemui, menyapa dan juga mendengar keluhan mereka.

“Mereka pasti setengah mati. Kita harus mengerti mereka. Maka saya memilih memberikan sosialisasi ini dalam bentuk yang lebih humanis,” katanya.

Banyak keluhan dan aspirasi dari para pedagang. Keluhan itu akan disampaikan kepada pemerintah dalam sidang nantinya, terutama PPKM, perlu dievaluasi.

Richard bakal mengagendakan blusukannya seperti itu dilakukan secara rutin dengan pendekatan humanis dalam bentuk yang berbeda.

Richard berharap, semua pedagang maupun masyarakat luas mematuhi protokol kesehatan agar bisa memutus rantai penyebarannya dan kehidupan kembali normal.

Richard mengucapkan terima kasih kepada Polsek Oebobo dan tim relawan yang telah bersama-sama turun memberikan edukasi kepada para pedagang. (Yan/ol)

Leave a Comment