Roslinda Raih KPAI Award 2021

Roslinda Tamo Ina, remaja asal Kampung Paurat, Desa Kombapari, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Kabupaten Sumba Timur saat berpidato tentang High Level Political Forum di New York, AS 9-18 Juli 2019 lalu. Oslin merupakan satu-satunya anak Indonesia yang hadir dalam kegiatan yang dihadiri oleh 47 negara itu. DOK WVI.

HARI Anak Nasional (HAN) yang dirayakan oleh seluruh anak di Indonesia pada Kamis (23/7) lalu, menjadi sangat spesial bagi Roslinda Tamo Ina (16), remaja asal Kampung Paurat, Desa Kombapari, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Kabupaten Sumba Timur.

Oslin -panggilan Roslinda- dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Anak Inspiratif yang Peduli Terhadap Perlindungan Anak tahun 2021 oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Award tersebut juga sebagai pembuktian atas prestasi Oslin sekaligus kado indah bagi anak-anak di Provinsi NTT.

Ketua KPAI Dr. Susanto saat acara penyerahan secara daring, menegaskan bahwa Anugerah KPAI 2021 merupakan bentuk apresiasi kepada setiap pihak yang turut berkomitmen dalam upaya perlindungan anak. “KPAI menggunakan beberapa indikator dalam penilaiannya, yaitu komitmen, diferensiasi, inovasi dan dampak pada perlindungan anak,” ucap Dr. Susanto.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Puspayoga juga mengatakan bahwa anak-anak dapat membantu masa depan bangsa Indonesia.

“Pemberian Anugerah KPAI ini mengingatkan kita semua, bahwa kita semua, termasuk anak-anak dapat berbuat sesuatu untuk bangsa ini. Ini adalah penganugerahan untuk semua yang telah memberi sumbangsih untuk perlindungan anak. Anak-anak adalah masa depan kita, mereka memiliki hak-hak sebagaimana orang dewasa. Pemenuhan hak anak adalah kewajiban kita semua,” jelasnya.

Inilah penghargaan kedua bagi Oslin, yang ketika masih duduk di bangku kelas 3 SMP, mendapat penghargaan atas perjuangannya menegakkan hak sipil anak dan akta kelahiran di kampung halamannya. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenP3A) I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat perayaan HAN 2019 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Belajar daring

Putri bungsu pasangan Talu Popo dan Maria Yatu ini, layak diganjar penghargaan hebat itu. Betapa tidak, sejak masih duduk di bangku SMP, Oslin dan teman-temannya membentuk sebuah perkumpulan bernama Forum Anak Kombapari di desanya.

Ia dan teman-teman sukses mengadvokasi pemerintah daerah di Sumba Timur hingga kini kepemilikan akta kelahiran di wilayahnya meningkat menjadi 100 persen. Selain itu, pemerintah desa daerah setempat menerbitkan peraturan desa perlindungan anak untuk mencegah pernikahan dini serta kewajiban kepemilikan akta lahir.

Forum Anak Kombapari yang diketuainya itu berhasil menggugah semua pihak di desanya sehinga muncullah Alokasi Dana Desa sebesar Rp 60 juta untuk kampanye penghapusan kekerasan terhadap anak.

Pencapaian inilah yang membuat Wahana Visi Indonesia (WVI) Sumba Timur merekomendasikanya mengikuti seleksi bersama anak-anak dampingan WVI
seluruh Indonesia awal tahun 2019. Ia kemudian terpilih sebagai pembicara dalam kegiatan High Level Political Forum di New York 9-18 Juli 2019 lalu. Oslin merupakan satu-satunya anak Indonesia yang hadir dalam kegiatan yang dihadiri oleh 47 negara itu.

Kemudian, bungsu dari empat bersaudara itu kembali menyampaikan suara anak Indonesia secara online ke perwakilan negara anggota PBB di New York, Amerika Serikat pada Rabu (8/10/2020).

“Saya pertama menjadi pembicara dalam kegiatan High Level Political Forum di New York pada tahun lalu. Dan, pada tanggal 8 Oktober 2020 menjadi pembicara perwakilan anak Asia, khususnya Indonesia di Forum PBB menyampaikan tentang perubahan yang dialami akibat pandemi Covid-19,” kata Oslin.

Saat itu, Oslin menyampaikan beberapa hal tentang perubahan akibat Covid-19 dan tantangan yang dialami dari perubahan-perubahan itu dalam kegiatan kali ini. Salah satu isu yang disampaikan adalah rangkuman dari keluhan teman-temannya saat menjalankan aktivitas belajar selama masa pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan, masih banyak temannya yang belum memiliki ponsel cerdas (smartphone). Hal itu karena kondisi perekonomian orangtua mereka yang tidak berkecukupan akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, ada keluhan soal jaringan internet yang tidak ada di desa-desa. Ada juga teman-temannya yang tidak memahami materi yang disampaikan pada saat live meeting via zoom. Pada saat menyampaikan pertanyaan kepada guru tentang materi, tiba-tiba ada gangguan jaringan. Hal itu sangat mempengaruhi tingkat konsentrasi siswa.

“Jadi, harapannya akses internet yang lebih merata khususnya di desa-desa. Supaya mereka juga bisa merasakan apa yang anak-anak kota rasakan. Penyebaran jaringan internet yang merata dan memadai untuk semua,” ujar Oslin. (paa/ari/kompas.com/E-1/yan/ol)

 

BIODATA
——–
Nama Lengkap : Roslinda Tamo Ina
Panggilan : Oslin
Umur : 16 Tahun (Kelahiran Tahun 2005)
Status : Bungsu dari 4 bersaudara
Ayah : Talu Popo (Guru SD)
Ibu : Maria Yatu (Ibu Rumah Tangga)
Pendidikan : SD Kombapari, Kec Katala Hamu Lingu
SMP Negeri Satu Atap Matawai Iwi
SMA Negeri 1 Waingapu Sumba Timur

Prestasi : @ Pembicara pada Forum Politik
Tingkat Tinggi PBB di New York
AS pada 9 hingga 18 Juli 2019.

@ Penghargaan Perjuangan hak sipil
anak dan akta kelahiran di Sumba Timur
oleh KemenPPPA pada 23 Juli 2019.

@ Pembicara Mewakili Anak Indonesia
secara online ke negara anggota PBB
di New York, AS pada Rabu (8/10/2020)

@ Anugerah KPIA 22 Juli 2021 kategori
Tokoh Anak Inspiratif yang Peduli
Terhadap Perlindungan Anak.

———————————————————–
Sumber: Pusdatin VN

 

 

Leave a Comment