RSU Undana Disiapkan jadi Tempat Isolasi

Gedung RSU Undana Kupang di Jalan Soeharto Kelurahan Naikoten I, Kota kupang. Gambar diabadikan, kemarin. Foto:Nahor Fatbanu/vn.

Kekson Salukh

GUNA mengantisipasi terjadi lonjakan kasus positif covid-19, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta pihak Undana menyiapkan RSU Undana sebagai tempat isolasi bagi pasien covid-19.

Gubernur VBL mengatakan itu menjawab VN di sela-sela kunjungannya ke RSU Undana di Jalan Soeharto Kota Kupang, kemarin.

Dia mengaku kedatangannya ke RSU tersebut untuk memantau aktivitas di Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT pasca diresmikan tahun lalu.

“Saya datang melihat kerja teman-teman di sini, dan mempersiapkan rumah sakit jika terjadi positif rate di Kota Kupang meningkat maka kita punya tempat, salah satunya rumah sakit Undana ini untuk jadi tempat isolasi,” katanya.

Sesuai laporan, kata Gubernur, kasus cvid-19 di Kota Kupang sedang meningkat sehingga ia meminta Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kupang menyiapkan tempat isolasi.

“Kita juga lihat laporan bahwa ada kenaikan kasus covid-19 sehingga rumah sakit ini disiapkan untuk menjadi tempat isolasi. Kita koordinasi dengan Pemerintah Kota Kupang, dan Dinas Kesehatan saya minta untuk siapkan sehingga tidak kaget nanti kalau terjadi lonjakan kasus,” ucapnya.

Ketua Tim Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT,
Fima Inabuy mengatakan, berkat dukungan Gubernur NTT maka Laboratorium Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT terus memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pool test swab PCR.


Lanjut Fima, pelayanan di Labkesmas NTT saat ini fokus pada pencegahan melalui tes massal dan pool test PCR pada kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang. Pelayanan dilakukan secara gratis.

“Contohnya UKAW kemarin mau wisuda kita tes dulu sebelum wisuda dan kami temukan sembilan orang. Sama juga saat sebelum sekolah tatap muka, kami melakukan pool test, dan kami temukan kami rekomendasikan untuk jangan masuk. Intinya pelayanan kami fokus pada pencegahan, dan kami lakukan secara gratis,” jelasnya.

Untuk mencegah penambahan kasus covid-19, kata Fima, yang perlu dilakukan pemerintah adalah fokus anggaran dan tenaga kesehatan dialihkan kepada pencegahan.

Menurut Fima, Kota Kupang saat ini tidak ada tempat karantina terpusat. Sehingga perlu ada karantina terpusat yang didirikan Kota Kupang.

“Kami memberikan pelayanan sesuai permintaan, kalau sifatnya skala besar mereka harus bersurat kepada kami untuk pertanggungjawaban penggunaan reagen karena reagen Kami dapat dari Litbangkes Kemenkes RI secara gratis. Kami memberikan pelayanan gratis. Hasilnya keluar dalam kurun waktu delapan jam,” ujarnya.

Ia menambahkan, Labkesmas NTT merupakan satu-satunya laboratorium kesehatan di Indonesia yang memberikan pelayanan pool test PCR secara gratis kepada masyarakat. Dalam seminggu mereka bisa melayani ribuan masyarakat. (ari/yan/ol)

Leave a Comment