Rumah Belajar Ramah Anak Dilaunching

Kepala DP3A NTT, drg. Iien Adriany (kanan) menyerahkan bingkisan sembako kepada salah satu anak di Kupang, kemarin. Foto:Kekson/vn.

Kekson Salukh

 

BERTEPATAN dengan momentum Hari Anak Nasional (HAN), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi NTT melaunching rumah belajar ramah anak di kantor DP3A NTT, Jumat (23/7).

Launching rumah belajar ramah anak itu ditandai dengan pelepasan balon bersama yang dipimpin Kepala DP3A NTT, drg. Iien Adriany.

Turut menghadiri kegiatan puluhan pegawai DP3A NTT, dan 15 anak.

Kegiatan berlangsung secara singkat dengan menerapkan protokol kesehatan ketat pencegahan covid-19 seperti menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk ke rumah belajar ramah anak, serta pemeriksaan suhu tubuh.

“Ada lima rumah belajar ramah anak di Kota Kupang yang terdiri dari dua rumah belajar ramah anak di DP3A Provinsi NTT, satu rumah belajar ramah anak di Dinas Sosial NTT, dan dua rumah belajar ramah anak di Kota Kupang,” kata Kepala DP3A NTT, drg. Iien Adriany kepada VN, usai kegiatan.

Menurut drg. Iien, kehadiran rumah belajar ramah anak itu sebagai langkah awal yang dilakukan DP3A NTT untuk penanganan anak-anak jalanan serta membantu memfasilitasi kegiatan pembelajaran siswa-siswi di tengah pandemi covid-19.

DP3A NTT juga menyediakan fasilitas belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. “Anak-anak adalah milik negara, sehingga negara harus hadir untuk anak-anak. Kami menggandeng seluruh pihak terkait seperti Dinas Sosial dan Pol PP untuk menertibkan anak-anak jalanan, dan mengorganisir mereka supaya bisa belajar dengan baik,” ujarnya.

Rumah belajar ramah anak itu menyediakan ruang belajar, wifi dan koleksi buku dari Perpustakaan Daerah NTT bagi anak-anak. Rumah belajar ramah anak itu dibuka setiap hari.

Ia menuturkan, dalam momentum perayaan Hari Anak Nasional tahun 2021, DP3A NTT juga membagikan bingkisan sembako, masker dan hand sanitizer kepada anak-anak jalanan.

“Ini kami baru mulai, sehingga kami berkoordinasi dan mengajak seluruh kantor DP3A di kabupaten/kota untuk membangun rumah belajar ramah anak sehingga mampu memfasilitasi anak-anak untuk mendapat pelayanan belajar dengan fasilitas yang baik,” cetusnya.

Ia menegaskan, rumah belajar ramah anak itu diprioritaskan bagi anak-anak kaum marginal. Jika pelaksanaan rumah belajar ramah anak berjalan baik maka akan dikembangkan lagi.

“Melalui rumah belajar ramah anak ini kami berharap anak-anak punya aktifitas yang positif. Jangan di jalanan. Kami tidak melarang untuk membantu orang tua, tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan anak,” pintanya.

Ia menambahkan, melalui rumah belajar ramah anak maka anak-anak bisa terlindungi dan masa depan bangsa Indonesia semakin baik karena memiliki generasi penerus bangsa yang kuat, hebat dan cerdas.

“Pemerintah Provinsi NTT mengucapkan selamat Hari Anak Nasional 2021, Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” pungkasnya.

Anggota Fraksi PKB DPRD NTT, John Lakapu mengapresiasi langkah yang diambil Pemprov NTT melalui DP3A NTT untuk membangun rumah belajar ramah anak.

“Kami mengapresiasi pembangunan rumah belajar ramah anak itu. Kami berharap membantu mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa yang semakin hari semakin kesulitan untuk mengakses pendidikan akibat pandemi covid-19,” ujarnya. (ari/yan/ol)

Leave a Comment