Rumah Suling Stefanie Loemau Berdayakan Masyarakat Sekitar

Pemilik Rumah Suling Stefanie Loemau foto bersama karyawan dan masyarakat sekitar serta Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe saat launching Rumah Suling Stefanie Loemau, di Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, kemarin. Foto:Afret Otu vn.

Afret Otu

RUMAH suling Stefanie Loemau hadir untuk memberikan motivasi kepada kaum muda di NTT supaya peduli terhadap tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis.

Rumah suling Stefanie Loemau juga membuka kesempatan kerja kepada masyarakat sekitar dengan memberikan bibit serai merah untuk ditanam dan setelah masa panen akan dibeli kembali.

Owner Rumah Suling Stefanie Loemau saat launching, di Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, kemarin, mengatakan, berbagai jenis tanaman ditanam di kebun sendiri, mulai dari Porang, Marungga, Pisang Dili hingga tanaman hortikultura lainnya. Tanaman unggulan adalah serai merah.

Menurut dia, serai merah bukan saja dimanfaatkan untuk diambil minyaknya, melainkan limbahnya bisa digunakan sebagai pakan ternak. Hasil dari penyulingan serai merah dapat digunakan sebagai essential oil, campuran untuk pembuatan sabun dan body lotion karena merupakan pewangi alami serta sebagai minyak pereda stress dan gangguan kecemasan serta untuk mengusir serangga.

Dia berharap semangatnya menghijaukan NTT dapat memotivasi kaum muda NTT untuk memulai usaha di bidang pertanian dan perkebunan. Bidang pertanian dan perkebunan merupakan salah satu sisi penting dalam menopang kehidupan manusia.

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe saat mengikuti launching tersebut memberikan apresiasi kepada Stefanie Loemau Farm yang telah menginisiasi terbentuknya rumah suling itu sebagai sebuah bisnis agrikultur dengan memanfaatkan hasil pertanian daerah Kabupaten Kupang.

Menurut Manafe, bisnis agrikultur merupakan suatu peluang usaha yang perlu dikembangkan karena merupakan salah satu kunci penguatan ekonomi. Kehadiran rumah suling Stefanie Loemau dengan kegiatan pengolahan tanaman serai merah menjadi minyak Citronela diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Manafe menjelaskan, konsep rumah suling merupakan salah satu konsep yang sangat ekonomis. Limbah hasil penyulingan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan bahan bakar tungku pada penyulingan berikutnya. Konsep pengelolaan yang sangat ekonomis serta bermanfaat bagi sektor lainnya terutama peternakan.

Manafe berharap, Rumah Suling bisa menjadi contoh sekaligus motor penggerak bagi pelaku bisnis agrikultur khususnya kaum muda NTT dalam memanfaatkan hasil pertanian masyarakat, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan dan perekonomian masyarakat yang tinggal di desa.

“Pemerintah Kabupaten Kupang mendukung pengembangan bisnis agrikultur ini, sehingga hasil pengolahan serai merah dapat diperluas tidak hanya di pasar lokal namun hingga ke pasar nasional dan internasional,” harap Manafe. (mg-07/R-2)

Leave a Comment