Sah! 16 Kepala Daerah NTT Dukung Pembangunan BTS 4G

Bupati Ende, Djafar Achmad mendapat cinderamata dari Menkominfo, Johnny Plate usai penandatanganan pernyataan dukungan
Bupati Ende, Djafar Achmad mendapat cinderamata dari Menkominfo, Johnny Plate usai penandatanganan pernyataan dukungan

Putra Bali Mula

16 kepala daerah Provinsi NTT menandatangani surat pernyataan dukungan pembangunan BTS (Base Transceiver Station) 4G yang diprogramkan Kementerian Kominfo.

BTS adalah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi dan jaringan operator. Secara khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur ada 421 BTS yang ditargetkan rampung tahun 2022.

Penandatangan dukungan ini dilakukan bersamaan di ASTON Kupang pada Senin (28/6) oleh para kepala daerah 16 kabupaten. Penandatanganan ini bagian dari rapat koordinasi percepatan pembangunan BTS dan Program Literasi Digital di Provinsi NTT.

Bupati Ende, Djafar Achmad, kepada VN usai penandatanganan itu menyebut dukungan ini agar memajukan Ende ke depan.

“Kita support penuh,” jawab dia

Sebelumnya, Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Bambang Nugroho, merinci pembangunan BTS lokasi baru sebanyak 421 lokasi di Provinsi NTT.

Untuk Kabupaten Manggarai Barat ada sebanyak 24 lokasi, Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 66 lokasi, Kabupaten Alor sebanyak 33 lokasi, Kabupaten Ende sebanyak 59 lokasi, Kabupaten Kupang sebanyak 24 lokasi.

Kemudian, Kabupaten Lembata sebanyak 31 lokasi, Kabupaten Nagekeo 1 lokasi, Kabupaten Rote Ndao 15 lokasi, dan Kabupaten Sabu Raijua 3 lokasi.

Untuk Kabupaten Sumba Tengah sebanyak 21 lokasi, Kabupaten Sumba Timur sebanyak 89 lokasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan sebanyak 15 lokasi, Kabupaten Timor Tengah Utara sebanyak 4 lokasi, Kabupaten Manggarai sebanyak 31 lokasi, Kabupaten Sumba Barat sebanyak 4 lokasi, dan Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 1 lokasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pembangunan BTS membutuhkan koordinasi yang baik antara Kementerian Kominfo dan pemerintah daerah, terutama berkaitan dengan penyediaan lahan yang sesuai dengan rencana pembangunan daerah.

“Kepala desa mau rapat streaming, video conferencecall naik pohon, jangan sampai lagi. Kita perlu sama dan sejalan, itulah gunanya rapat koordinasi kita hari ini untuk menentukan di mana titik-titiknya, sehingga pembangunan dan BTS itu berdampak panjang sejalan dan seirama, searah dengan pembangunan wilayah, aktifitas masyarakat sendiri ada di sana, itu penting sekali,” ungkapnya. (bev/ol)

Leave a Comment