Salam Nasional Bukti Cinta Terhadap Pancasila

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan pada kegiatan Bank NTT di Desa Detusuko, kabupaten Ende, Rabu (25/5) siang. Foto: Kekson/VN
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan pada kegiatan Bank NTT di Desa Detusuko, kabupaten Ende, Rabu (25/5) siang. Foto: Kekson/VN

 

 

 

Kekson Salukh

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berkomitmen untuk mengajak seluruh masyarakat NTT menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Komitmen VBL itu dinyatakan melalui pengucapan salam-salam nasional pada setiap acara selama kunjungan kerjanya di Pulau Flores yang mengambil star dari Labuan Bajo, Manggarai hingga Kabupaten Ende.

Menurut Gubernur Viktor, salam nasional dari lima agama itu harus disampaikan dalam berbagai acara baik dalam pesta syukur, acara keagamaan, hingga acara pemakaman orang mati.

“Salam nasional itu harus disampaikan di mana saja sebagai bentuk dukungan terhadap Pancasila, ideologi bangsa. Salam nasional itu bukan hanya diucapkan saat Gubernur datang, tetapi di mana saja harus disampaikan, baik di pesta, di gereja, di orang mati, dan di mana saja,” pinta VBL dalam sambutannya pada kegiatan Bank NTT di Desa Detusuko, Kabupaten Ende, Rabu (25/5) siang.

Provinsi NTT, khususnya Kabupaten Ende harus menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara karena Soekarno sebagai Founding Fathers bangsa Indonesia merenung dan merumuskan Pancasila di kota Ende.

Kepala Desa Detusoko Nando Watu bersama para tokoh masyarakat sedang mendengarkan arahan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Foto: Kekson/VN

Kepala Desa Detusoko Nando Watu bersama para tokoh masyarakat sedang mendengarkan arahan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Foto: Kekson/VN

“Pancasila ditemukan Bung Karno di Kabupaten Ende. Sehingga tidak ada pilihan bagi masyarakat NTT yang tidak mau menyampaikan salam nasional itu,” tegasnya.

Alasan VBL meminta masyarakat NTT menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara, lantaran ia melihat ada anak-anak bangsa yang sedang berusaha untuk menggantikan Pancasila.

Untuk itu, Pemerintah Indonesia mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, hingga masyarakat memiliki tanggung jawab besar untuk merawat, dan mempertahankan Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa.

“DPRD juga punya tanggung jawab untuk menyampaikan ini. Dari partai apa saja juga wajib menyampaikan ini, jika tidak sampaikan maka ideologi Partai sudah bertentangan dengan ideologi bangsa. Ini mesti terus dilakukan. Di saat negara sudah kehilangan ideologi negara, maka pemimpinnya harus hadir untuk mempertahankan ini,” cetusnya.

Ia menambahkan menjaga, merawat dan memelihara Pancasila sebagai bukti bahwa Masyarakat di NTT sangat menjaga persatuan dan kesatuan antar suku bangsa.

Bupati Ende, Djafar Achmad dalam sambutannya mengatakan, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur VBL maka Pemerintah Ende selalu menjaga dan merawat nilai-nilai Pancasila.

Menurut Djafar, masyarakat di Kabupaten Ende berasal dari berbagai agama, dan suku bangsa yang berbeda. Namun, kerukunan dan kebersamaan masyarakat Ende sangat mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Pak Gubernur, kami di sini memiliki masyarakat yang berasal dari suku, agama, dan bahasa yang berbeda tetapi persatuan dan kerukunan umat maupun masyarakat di sini sangat baik. Kami hidup berdampingan, dan saling membantu satu sama lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, terkait salam nasional di kabupaten Ende sudah menerapkan secara baik dalam berbagai kegiatan keagamaan, budaya maupun dalam kehidupan sehari-hari dengan memberikan aon nasional. (mg-10/C-1)

Leave a Comment