Satgas akan Jaga Ketat saat Pasien Covid-19 mulai Kritis

Pengambilan paksa jenazah pasie Covid-19 oleh pihak keluarga, di RS Siloam Kupang.

Yapi Manuleus

 

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Kupang mulai saat ini akan menjaga ketat rumah sakit dengan pasien Covid-19 yang mulai Kritis. Hal ini diberlakukan guna mencegah terjadinya upaya pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 oleh pihak keluarga seperti yang terjadi di RS Siloam Kupang, kemarin.

Satgas dalam melaksanakan tugasnya akan dibantu oleh aparat kepolisian dan elemen terkait lainnya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Provinsi NTT, Lodwyk Djungu Lape yang dikonfirmasi VN di ruang kerjanya, Kamis (22/7).

Ia mengatakan, sejauh ini tim gugus tugas hanya bekerja terbatas yakni dengan mengambil Jenazah dan pergi memakamkannya di TPU Damai Fatukoa.

Sehingga katanya, berdasarkan hasil rapat kemarin, Rabu 21 Juli 2021 terkait dengan penanganan Jenasah Covid-19, semua komponen akan dilibatkan untuk menagani Jenasah Covid-19.

“Mulai dari pihak Keamanan, Pol PP, kemudian dari Gugus Tugas yang artinya bisa mengadvokasi dan mengedukasi keluarga dari Jenazah ini. Supaya bisa di kasi mengerti,” katanya.

“Dan di Provinsi kita juga sudah rapat yang nantinya akan dituangkan di Pergub. Jadi nanti ketika Rumah Sakit menerima Pasien Covid-19, dan sudah dalam keadaan kritis begitu. Itu sudah akan dikoordinasikan dengan gugus untuk standby petugas di situ untuk back up Rumah Sakit supaya jangan terjadi lagi seperti kemarin (Pengambilan paksa jenazah) itu,” tambahnya.

Ia mengharapkan agar ke depan tidak ada lagi pengambilan paksa Jenasah Covid 19, karena dapat membahayakan keselamatan warga lainnya.

“Terus terang kemarin itu, Rumah Sakit sangat kewalahan. Apa lagi menyangkut Psikologi massa yang tidak terkontrol,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Rabu 21 Juli 2021 keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia di RS Siloam Kupang mengambil paksa Jenazah untuk dimakamkan di rumahnya. Bahkan, keluarga sempat membawa jenazah hingga ke rumah menggunakan mobil pickup. Setelah petugas memberikan pengertian barulah jenazah diambil para petugas untuk dimakamkan di TPU Damai Fatukoa sesuai Protokol Kesehatan. (Yan/ol)

Leave a Comment