Satpol PP kembali Duduki Badan Keuangan Kota Kupang, Ancam Segel Kantor

Satpol PP Kota Kupang tengah menduduki Badan Keuangan Kota Kupang, Kamis (24/6). Foto: Rafael L Pura vn.

Rafael L Pura

Ratusan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kupang, kembali mendatangi badan keuangan Kota Kupang, Provinsi NTT, Kamis (24/6). Mereka menuntut dana tambahan penghasilan (Tamsil) segera dibayarkan. Mereka juga mengancam menyegel kantor badan keuangan itu.

Dana Tamsil PNS di Satpol PP belum dibayar pemerintah selama enam bulan, mulai dari januari hingga hari ini. Besaran Tamsil Rp 750 per bulan. Keberanian mereka mendatangi Badan keuangan, merupakan akumulasi kekecewaan selama ini.

Ratusan Satpol PP itu bergerak dari kantor menuju badan keuangan sekitar pukul 09.30 Wita. Setibanya di Badan Keuangan, ratusan mereka langsung menyerobot masuk ruangan.

Kepala Badan Keuangan, Balina yang tidak berada tempat, membuat mereka marah dan mengancam menyegel kantor itu. Mereka juga mengaku tidak takut dengan siapapun, dan akan terus menuntut hak mereka.

“Kami tidak takut dengan siapapun disini. Segera bayar, atau kita segel saja kantor ini,” teriak mereka.

Mereka juga menduga kas Kota Kupang tengah kosong, sehingga Tamsil itu tak dibayarkan. “Kalau kas kosong, jujur saja,” katanya.

Ratusan Satpol PP itu saat ini masih menduduki ruangan badan keuangan Kota Kupang. Mereka tak mau pulang sampai tuntutan mereka terpenuhi.

Kasi Ops Sat Pol PP yang juga koordinator aksi Erik Radja, mengaku kecewa dengan Kepala Badan Keuangan Balina, yang telah menipu mereka.

Kita terus menduduki kantor ini. Sampai Balina datang dan memenuhi tuntuntan kami,” katanya. Saat berita ini diturunkan, ratusan Satpol PP itu masih menduduki kantor Badan Keuangan. (Yan/ol)

Leave a Comment