Sejumlah Besar CPNS mulai Masukkan Berkas Persyaratan

Para CPNS saat memasukkan berkas di BP2SDM, Kabupaten SBD, Provinsi NTT, Senin (19/7).

Frengky Keban

Usai melakukan pendaftaran secara online beberapa waktu lalu, kini para CPNS mulai beramai-ramai memasukkan berkasnya ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi NTT.

Pantauan media ini, Senin (19/7) pagi hingga siang sejumlah besar CPNS memadati kantor BP2SDM. Beberapa di antaranya duduk di kursi yang telah disiapkan guna memasukkan berkasnya. Sedang lainnya berdiri mengantre menunggu namanya dipanggil. Walaupun terlihat demikian namun protokol kesehatan tetap dilakukan secara ketat.

“Sudah sejak awal mereka sudah datang mengantar berkasnya. Kalau tidak salah sejak tanggal 06 Juli kemarin. Walaupun banyak yang datang tapi prokes tetap kita terapkan,”kata Kepala BP2SDM SBD, Richardus Kondo kepada VN.

Richardus mengatakan, memasukkan berkas memiliki batas waktu mengikuti jadwal pendaftaran. Awalnya proses pendaftaran akan berakhir pada tanggal 21 mendatang, namun pihaknya telah mendapatkan informasi perpanjangan hingga 26 Juli dengan pertimbangan memberikan ruang bagi para pelamar untuk bisa menyelesaikan semua proses yang ada.

“Pemasukan berkas ini sendiri memberikan ruang bagi kami untuk bisa melakukan verifikasi secara fisik terhadap berkas yang dimasukkan. Hal ini penting agar ada ruang untuk lakukan perbaikan,”katanya.

Saat ditanya soal jumlah pelamar hingga hari ini, Richardus mengaku sampai pukul 16.00 Wita setidaknya sudah ada 4.057 pelamar sedang 3.530 lainnya sudah melakukan Submit dari kuota yang disiapkan, yaitu 257 untuk CPNS, 147 untuk P3K dan P3K guru sebanyak 1.341.

“Dari kuota yang ada memang ada peningkatan 50 persen dari kouta tahun kemarin dan tentu harapan kita para pelamar yang ada ini bisa menyiapkan dirinya secara baik untuk mengikuti ujian dengan baik. Kalau memungkinkan iya belajar simulasi soal CPNS yang kerap dishare di media sosial. Kalaupun ada kesulitan itu maka itu hanya teknis seperti yang dialami para guru P3K karena banyak yang belum fasih menggunakan teknologi. Sehingga mereka harus belajar ini di sisa waktu yang ada sebelum ujian nanti,”tegasnya. (Yan/ol)

 

Leave a Comment